TVRINews – Kyushu, Jepang
Tim evakuasi berkejaran dengan waktu mencari warga yang masih terjebak di reruntuhan bangunan
Petugas darurat di Jepang selatan masih berjuang menyisir reruntuhan bangunan untuk mencari korban selamat, menyusul gempa bumi kuat yang melanda kawasan tersebut selasa 28 Juli 2026 sore waktu setempat.
Bencana ini memicu kerusakan infrastruktur yang masif, mulai dari jalan raya yang terbelah hingga bangunan yang ambruk total di Prefektur Kumamoto, pulau utama Kyushu.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Jepang, gempa tersebut bermagnitudo 7,1, sementara Survei Geologi Amerika Serikat mencatat kekuatan gempa pada magnitudo 6,8. Hingga saat ini, sedikitnya 13 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menegaskan bahwa tim penyelamat kini menghadapi situasi genting. "Kami mengerahkan seluruh sumber daya untuk menemukan dan menyelamatkan sebanyak mungkin orang," ujarnya.
Delapan orang berhasil dievakuasi dari reruntuhan pusat perbelanjaan Aeon di dekat Kota Kumamoto, menyusul ledakan yang terjadi sekitar satu jam setelah gempa utama. Pihak pengelola Aeon menyatakan bahwa empat karyawan mereka masih belum ditemukan.
"Saya mengira ada bom yang meledak," kata Takateru Sonoda (41), pemilik salon dan kafe di dekat lokasi pusat perbelanjaan tersebut, kepada kantor berita Jiji Press. "Suasana begitu mencekam, orang-orang saling berteriak menyuruh evakuasi, dan suara sirine bergemuruh di mana-mana." Dikutip The Guardian Rabu 29 Juli 2026.
Di lokasi lain, tujuh orang dilaporkan hilang di pabrik Nippon Paper Industries setelah cerobong asap pabrik tersebut ambruk. Surat kabar Mainichi melaporkan bahwa empat orang berhasil dievakuasi dari area pabrik kertas itu, dengan dua di antaranya mengalami luka serius.
Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengungkapkan bahwa sekitar 37.000 rumah masih mengalami pemadaman listrik, 9.500 rumah terputus aliran gasnya, serta lumpuhnya jaringan komunikasi di sejumlah titik terdampak. Lebih dari 9.000 warga juga mengungsi ke lebih dari 500 posko penampungan darurat.
Menanggapi insiden ledakan di pusat perbelanjaan Aeon, Kihara menyebutkan bahwa tim pemadam kebakaran dan kepolisian sempat mendeteksi bau gas di dalam gedung selama operasi pencarian. Pemerintah masih menyelidiki kaitan antara bau tersebut dan ledakan susulan yang terjadi.
Dampak bencana ini turut dirasakan sektor industri otomotif. Toyota dan Honda mengumumkan penghentian sementara operasional pabrik mereka di Kumamoto hingga hari Jumat mendatang.
"Situasi di lapangan, termasuk aktivitas gempa susulan dan proses pemulihan, terus berkembang setiap hari," demikian pernyataan resmi dari Toyota. "Prioritas utama kami tetap keselamatan para pekerja." Langkah serupa juga diambil oleh Honda untuk melakukan perbaikan infrastruktur pabrik yang mengalami kerusakan struktural akibat guncangan.









