TVRINews – Kyiv
Intelijen Ukraina Mengidentifikasi Rencana Pemboman Baru di Tengah Eskalasi Ketegangan Pasca-Serangan Kyiv dan Ancaman Evakuasi Diplomat Asing
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyampaikan peringatan mendesak mengenai adanya indikasi kuat bahwa Rusia tengah mempersiapkan gelombang serangan udara besar-baru.
Menyusul laporan intelijen tersebut, warga sipil diimbau untuk tidak mengabaikan alarm peringatan udara demi keselamatan jiwa mereka.
Kekhawatiran ini mencuat hanya berselang beberapa hari setelah ibu kota Kyiv dihantam oleh salah satu pemboman masif terbesar sejak awal invasi skala penuh pada tahun 2022.
"Kami telah menerima data intelijen yang menunjukkan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan masif baru," ujar Zelenskyy melalui pesan resmi di media sosial, Jumat 29 Mei 2026.
Zelenskyy menegaskan bahwa seluruh elemen pertahanan udara kini berada dalam posisi siaga penuh untuk mengantisipasi eskalasi tersebut.
"Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap peringatan bahaya udara dan melindungi diri. Layanan darurat serta Angkatan Udara kami bekerja secara efisien dan bersiap mengawal wilayah udara selama 24 jam penuh," tambahnya.
Pusaran Pembalasan dan Ancaman Evakuasi
Berdasarkan laporan AFP, Situasi di Kyiv kian mencekam setelah wilayah tersebut mengalami kerusakan parah akibat bombardemen akhir pekan lalu. Di sisi lain, Kremlin mulai meningkatkan tekanan diplomatik dengan mengeluarkan imbauan agar perwakilan diplomatik asing segera mengosongkan ibu kota Ukraina.
Moskow mengeklaim langkah tersebut diambil sebagai bentuk respons balasan atas serangan Ukraina yang menyasar sebuah fasilitas asrama dan sekolah kejuruan di wilayah pendudukan Luhansk. Menurut otoritas Rusia, insiden di Luhansk tersebut menewaskan sedikitnya 21 orang.
Sebagai balasan atas serangan udara yang terjadi hampir setiap hari, pihak militer Ukraina belakangan ini juga terpantau mengintensifkan serangan balik ke wilayah-wilayah yang diduduki Rusia serta area di dalam perbatasan Rusia sendiri.
Diplomasi Patriot yang Menghadapi Jalan Buntu
Guna membendung laju rudal balistik Rusia, Zelenskyy kembali memperbarui seruannya kepada para sekutu Barat untuk mempercepat pendanaan dan pengiriman sistem pertahanan udara Patriot.
Sebelumnya, pemimpin Ukraina tersebut dilaporkan telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, serta Kongres AS. Surat itu berisi urgensi penambahan sistem Patriot guna meredam intensitas serangan udara Rusia yang kian membabi buta.
Namun, upaya diplomatik yang dimediasi oleh Washington untuk merundingkan gencatan senjata atau akhir dari perang ini dinilai tengah kehilangan momentum.
Fokus dan sumber daya politik Amerika Serikat saat ini terbagi secara signifikan akibat pecahnya konflik baru di Timur Tengah, yang menyedot perhatian utama dari para pembuat kebijakan di Washington.










