TVRINews, Bern
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah melakukan pertemuan dengan Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin di Federal Palace, Bern pada Senin, 29 September 2026 kemarin. Di mana, pertemuan tersebut membahas penguatan sektor air, energi, dan konektivitas.
Lebih lanjut, ia menjelaskan jika pertemuan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja AHY ke Swiss untuk menjajaki peluang kemitraan dalam mendukung agenda pembangunan infrastruktur Indonesia.
AHY menyampaikan, terdapat tiga bidang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama Swiss, yakni pengelolaan air dan air limbah, pengembangan hydropower dan penyimpanan energi, serta transportasi dan infrastruktur perkotaan rendah karbon.

“Kami melihat potensi kerja sama yang besar dalam tiga bidang, yaitu pengelolaan air dan air limbah secara terpadu; hydropower, penyimpanan energi dan penguatan sistem energi; serta transportasi dan infrastruktur perkotaan yang rendah karbon dan tangguh,” ujar AHY dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Selasa, 29 September 2026.
Khusus sektor air, AHY menilai pengalaman Swiss dapat menjadi referensi bagi Indonesia. Kemitraan tidak hanya diarahkan pada penerapan teknologi, tetapi juga mencakup kebijakan, tata kelola, pembiayaan, penguatan kelembagaan, serta pengembangan sumber daya manusia.
“Ketahanan air menjadi salah satu tema utama dalam kunjungan saya. Kami ingin melihat bagaimana pengalaman Swiss dalam riset dan teknologi, tata kelola, operasional, pembiayaan, serta human capital dapat memperkuat kerja sama kedua negara,” kata AHY.
Untuk mendalami peluang tersebut, AHY juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah institusi dan pengelola infrastruktur, di antaranya EPFL dan Veytaux. Agenda tersebut mencakup pembahasan mengenai pengelolaan air, hydropower, energy storage, dan ketahanan sistem energi.
Sementara di bidang konektivitas, pemerintah Indonesia mendorong pengembangan infrastruktur transportasi yang rendah karbon dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Pengalaman Swiss dalam integrasi sistem transportasi menjadi salah satu aspek yang dijajaki untuk mendukung pembangunan jaringan transportasi Indonesia.
Kemitraan tersebut juga dapat diarahkan pada pengembangan jaringan kereta api nasional, termasuk Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi.
AHY juga mengundang investasi Swiss untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. Pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi yang terbuka, transparan, dan memberikan kepastian bagi investor.
“Indonesia menyambut baik investasi Swiss yang berkualitas dan berjangka panjang. Kami berkomitmen pada lingkungan investasi yang terbuka, transparan, dan dapat diprediksi, serta siap memfasilitasi dialog antara mitra Swiss dengan institusi dan badan usaha terkait di Indonesia,” ujar AHY.
Presiden Guy Parmelin menyambut positif pembahasan tersebut dan menyatakan kesiapan Swiss untuk mendukung penjajakan lebih lanjut di sejumlah sektor strategis.
AHY berharap pertemuan bilateral tersebut tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat dilanjutkan melalui penetapan sejumlah inisiatif prioritas, focal point, dan mekanisme tindak lanjut yang konkret.










