TVRINews – Texas, Amerika Serikat
SpaceX Cetak Tonggak Sejarah: Starship Sukses Mengorbit Bumi untuk Pertama Kalinya
Keberhasilan SpaceX menerbangkan roket Starship ke orbit Bumi untuk pertama kalinya menandai babak baru dalam industri penjelajahan antariksa global. Roket terbesar dan terkuat yang pernah dibuat umat manusia ini sukses menyelesaikan uji coba krusial, membuka jalan lebar bagi misi berawak menuju Bulan dan Mars di masa depan.
Peluncuran yang dipantau ketat oleh para pengamat dirgantara dunia ini bermula dari fasilitas Starbase milik SpaceX di Texas, Amerika Serikat, pada Senin 28 September 2026 pukul 07.48 waktu setempat.
Di tengah kekhawatiran atas potensi kegagalan mesin saat fase pendakian, pusat pengendali misi mengambil keputusan strategis untuk tetap melanjutkan pembakaran pendorong.
Keputusan tersebut berbuah manis ketika roket berhasil mencapai lintasan orbit yang direncanakan. Suasana tegang di ruang kontrol mendadak berubah menjadi sorak sorai saat seorang insinyur dan narator siaran langsung SpaceX, Daniel Hewitt, mengumumkan momen bersejarah tersebut.
"Starship berada di orbit," ujar Hewitt menegaskan pencapaian gemilang perusahaan milik Elon Musk ini.
Sebagai roket raksasa dengan tinggi melebihi 120 meter yang menggabungkan tahap atas Starship dan pendorong Super Heavy, wahana ini harus melesat dengan kecepatan sekitar 28.000 kilometer per jam untuk mempertahankan posisinya di luar angkasa.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi angin segar bagi Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) yang mengandalkan Starship untuk mengangkut astronot kembali ke Bulan dalam era baru ekspedisi lunar.
Kalangan akademisi internasional turut memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian teknologi dirgantara ini. Profesor astrofisika dan sains antariksa di Universitas Leicester, Martin Barstow, menilai bahwa keberhasilan tersebut merupakan lompatan besar bagi SpaceX.
"Ini adalah tonggak penting bagi SpaceX, di mana Starship sukses mencapai orbit pada percobaan pertamanya," ungkap Barstow kepada The Guardian.
Ia menambahkan, pencapaian ini menandai awal transisi dari fase pengujian dan pengembangan menuju kendaraan operasional yang mampu mengirimkan kargo besar ke luar angkasa. Industri antariksa global diyakini akan mengalami transformasi besar berkat kapasitas muatan berat yang dimiliki wahana ini.
Meskipun sempat menghadapi kendala teknis berupa masalah es pada uji terbang sebelumnya, tim insinyur SpaceX berhasil melakukan modifikasi perangkat keras dan lunak secara menyeluruh. Selain sukses menguji tahap pemisahan roket dan pendaratan pendorong di Teluk Meksiko, misi terbaru ini juga dimanfaatkan untuk mengerahkan 26 satelit Starlink generasi mendatang serta menguji perisai panas roket.
Kendati perjalanan wahana harus diakhiri lebih awal dari rencana awal enam putaran demi keamanan, pendaratan terkendali di kawasan Pasifik Utara tetap memberikan data berharga yang melimpah bagi evaluasi teknik penerbangan berikutnya. Melalui ambisi Elon Musk dalam menciptakan roket yang sepenuhnya dapat digunakan kembali, dunia kini selangkah lebih dekat menuju era baru perjalanan antariksa yang lebih cepat dan efisien.










