TVRINews – Ottawa
Hubungan kedua negara merenggang setelah warga memilih membayar lebih mahal demi menghindari produk dan layanan asal Amerika Serikat.
Gelombang boikot ekonomi terhadap produk dan jasa asal Amerika Serikat meluas di seluruh penjuru Kanada sejak sabtu 29 Agustus 2026 waktu setempat. Di tengah eskalasi perang dagang yang kian memanas setelah Washington memberlakukan tarif sepihak 50% senilai US$20 miliar pada komoditas Kanada, jutaan warga memilih menanggung beban finansial lebih berat demi melakukan aksi protes damai.
Sentimen anti-Amerika Serikat yang memanas di lintas spektrum politik ini bermula sejak tahun 2025, dipicu oleh ancaman aneksasi serta kebijakan proteksionistis Gedung Putih. Sebagai respons atas kegagalan perundingan dagang pekan lalu,
Perdana Menteri Mark Carney menegaskan sikap tegas negaranya untuk membalas kebijakan tersebut secara proporsional. Eskalasi ini turut diperparah oleh langkah simbolis Washington yang mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika.
“Kanada selalu menjadi pilihan pertama, meskipun itu berarti tagihan mingguan saya jauh lebih tinggi. Segera setelah Trump mulai memberlakukan tarif itu pada Februari tahun lalu, saya langsung memboikot barang-barang AS,” ujar William McDonald (38), seorang mekanik diesel asal Thunder Bay, Ontario menjalaskan kepada jurnalsi The Guardian.
McDonald mengaku rela merogoh kocek ekstra sekitar C1.000atausetaradenganjutaanrupiahpertahunhanyauntukmengalihkankonsumsibirimporASkeprodukbirlokal.Tidakhanyaitu,biayabelanjadapurrumahtangganyajugameningkatsekitarC50 per pekan.
Baginya, tekanan ekonomi yang dilakukan oleh Presiden Donald Trump terhadap Kanada mencerminkan perangai intimidatif yang tidak dapat ditoleransi.
Ia bahkan mengibaratkan perilaku politik luar negeri AS layaknya seorang pengganggu di halaman sekolah yang berteriak serta menghentakkan kaki ketika tidak mendapatkan reaksi ketakutan yang mereka harapkan.
*Gerakan Akar Rumput*
Fenomena perlawanan warga ini melahirkan akronim baru di tengah masyarakat seperti ABUS (Anything but US) dan ABUSA (Anywhere but USA), serta slogan populer “Elbows Up!” — sebuah istilah hiasan hoki es yang menyimbolkan pertahanan ketat.
Jajak pendapat Angus Reid mencatat bahwa 40% konsumen grosir secara aktif memeriksa label asal produk untuk menghindari barang-barang buatan Amerika.
“Saya pikir Anda harus berada di Kanada untuk memahami betapa dalam animositas terhadap AS... bahkan di lintas spektrum politik. ‘Elbows up’ adalah hal yang nyata. Kami tidak menggunakan maskapai penerbangan AS, kami tinggal di hotel milik lokal,” tutur Denise, warga Winnipeg, Manitoba.
Denise menegaskan bahwa gerakan boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) merupakan instrumen perlawanan sipil yang sah dan paling efektif bagi masyarakat awam untuk membela nilai-nilai kedaulatan nasional.
Penolakan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari maskapai penerbangan, layanan pelayaran digital seperti Netflix, Amazon Prime, AppleTV, dan Disney+, kendaraan listrik, hingga bahan bakar minyak dan media sosial.
*Dampak Jangka Panjang Hubungan Bilateral*
Bagi Elizabeth Lorenz (68), seorang guru pensiunan asal Nanaimo, British Columbia, perlawanan ini diwujudkan dengan ketelitian membaca label pangan setiap kali berbelanja.
Meskipun ia menyadari bahwa pasokan alternatif dari belahan dunia lain seperti Meksiko atau Afrika Selatan berpotensi menyumbang jejak karbon lebih tinggi akibat transportasi, kemarahan atas korupsi dan keserakahan ekonomi Washington jauh lebih mendominasi pertimbangannya.
Sementara itu, Jane (54), seorang pendidik asal Camlachie, Ontario, berpandangan bahwa relasi diplomatik dan ekonomi antara Kanada dan Amerika Serikat telah mengalami kerusakan parah yang mungkin tidak akan pernah pulih kembali.
“Saya pasti tidak akan mendukung ekonomi Amerika selama pemerintahan ini berkuasa, dan sejujurnya, mungkin tidak akan pernah lagi. Hubungan ini, di mata saya, telah ternoda secara permanen,” ungkap Jane.
Selama lebih dari setahun, Jane telah menghentikan seluruh agenda perjalanan wisata belanja ke Detroit dan beralih menempuh perjalanan darat jauh lebih lama menuju Toronto demi mendukung perekonomian domestik.
Melalui bantuan aplikasi pemindai lokal seperti CanMade, Buy Beaver, dan O SCANada, serta situs madeinca.ca, proses identifikasi produk buatan domestik kini telah menjadi kebiasaan baru yang mengakar di tengah masyarakat Kanada.
Solidaritas nasional ini membuktikan bahwa di tengah tekanan geopolitik global, ketahanan ekonomi rakyat mampu menjadi benteng pertahanan terakhir sebuah negara berdaulat.










