TVRINews – Ankara, Turki
UNICEF Ungkap Hanya 2,4 Persen Dana Iklim Global untuk Anak.
Krisis iklim global saat ini telah menjelma menjadi ancaman nyata bagi masa depan generasi muda. Data terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa sebagian besar alokasi pembiayaan iklim internasional belum berpihak secara optimal kepada kelompok rentan tersebut.
Perwakilan UNICEF untuk Türki, Paolo Marchi, mengungkapkan bahwa hanya 2,4 persen dari total pendanaan dana iklim multilateral utama yang secara spesifik dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak.
Padahal, saat ini terdapat 1,1 miliar anak di seluruh dunia yang harus menghadapi setidaknya tiga ancaman iklim secara bersamaan.
"Setiap keputusan iklim juga merupakan keputusan tentang anak-anak. Pilihan yang kita buat hari ini sedang membentuk dunia tempat anak-anak dan generasi muda hidup dan akan mewarisinya esok hari," ujar Marchi dalam wawancara khusus dengan kantor berita Anadolu Selasa 21 juli 2026.
Menurut laporan Children's Climate Risk Report 2026 yang dirilis oleh UNICEF, hampir setiap anak di dunia kini terpapar setidaknya satu bahaya lingkungan. Sekitar empat juta anak bahkan harus menghadapi enam jenis bencana iklim sekaligus dalam waktu bersamaan.
Guncangan iklim ini terbukti memicu berbagai masalah serius, mulai dari terganggunya proses pendidikan, kerusakan layanan publik esensial, hingga memperdalam risiko kemiskinan dan pengungsian. Wilayah seperti kawasan Sahel, Asia Selatan, dan negara-negara kepulauan kecil menjadi titik paling rentan, sementara negara-negara Mediterania termasuk Türkiye kini kian tertekan oleh gelombang panas ekstrem serta krisis kekeringan.
Dalam pandangan UNICEF, minimnya perhatian terhadap aspek perlindungan anak dalam instrumen keuangan global menjadi tantangan besar yang harus segera dibenahi. Investasi yang lebih terarah pada sektor kesehatan, pendidikan, sanitasi air bersih, gizi, serta perlindungan sosial dinilai sangat krusial guna memperkuat ketahanan komunitas secara keseluruhan.
Momentum Konferensi Perubahan Iklim PBB mendatang, yaitu COP31 yang dijadwalkan berlangsung di Antalya pada November mendatang, diharapkan mampu mengubah arah kebijakan global. Melalui visi "COP of the Future" yang diusung Türkiye bersama Australia, UNICEF mendesak agar suara dan hak-hak generasi muda ditempatkan di pusat perundingan iklim internasional, bukan sekadar diposisikan sebagai penerima bantuan semata.










