Penulis: Fityan
TVRINews-New York
Ribuan penerbangan dibatalkan dan ratusan ribu warga kehilangan akses listrik akibat cuaca buruk.
Wilayah Pantai Timur Amerika Serikat, termasuk New York dan New Jersey, tengah menghadapi tantangan besar akibat badai salju "Nor'easter" yang ekstrem.
Cuaca buruk yang dimulai dengan hujan es sejak Minggu malam waktu setempat ini telah berubah menjadi tumpukan salju tebal yang disertai angin kencang, mengakibatkan kelumpuhan transportasi dan pemutusan aliran listrik skala besar.
Kondisi Lapangan dan Dampak Transportasi
Intensitas salju yang turun secara vertikal maupun horizontal akibat angin kencang membuat upaya pembersihan jalan menjadi sia-sia.
Di New York City, warga melaporkan kesulitan akses bahkan hanya untuk keluar dari pintu rumah atau membebaskan kendaraan yang tertimbun.
Data dari otoritas penerbangan menunjukkan dampak yang signifikan terhadap mobilitas udara. Lebih dari 5.000 penerbangan domestik dan internasional dari dan menuju AS dibatalkan.
Bandara LaGuardia di New York menjadi salah satu titik terdampak paling parah dengan 1.025 pembatalan penerbangan, meninggalkan landasan pacu sepenuhnya tertutup salju.
Kesiapsiagaan di Tengah Krisis
Meskipun gangguan meluas, tingkat kesiapsiagaan masyarakat dinilai cukup tinggi. Mari Scheiffele, seorang warga di Cambridge, Massachusetts, menggambarkan bagaimana kondisi memburuk dalam hitungan jam.
"Dalam dua jam terakhir, salju dan angin meningkat tajam. Beratnya tumpukan salju dan angin kencang menyebabkan dahan pohon tumbang," lapor Scheiffele.
Ia menambahkan bahwa meskipun sekolah diliburkan, banyak rekan kerjanya kini terjebak di lokasi liburan karena pembatalan penerbangan massal.
Peringatan Otoritas dan Pemadaman Listrik
Divisi Keamanan Dalam Negeri dan Layanan Darurat Negara Bagian New York telah mengeluarkan peringatan keras mengenai kondisi whiteout jarak pandang nol akibat salju. Masyarakat sangat disarankan untuk bekerja dari rumah dan menghindari perjalanan yang tidak mendesak.
Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, telah memperpanjang larangan perjalanan wajib demi memberikan ruang bagi petugas pembersihan jalan.
"Harap tetap di dalam rumah dan tetap aman. Berikan ruang bagi petugas jalan untuk melakukan tugas mereka," tegas Sherrill melalui pernyataan resminya.
Hingga saat ini, krisis energi mulai membayangi. Berdasarkan data dari poweroutage.us:
- Lebih dari 400.000 pelanggan kehilangan aliran listrik di negara bagian terdampak.
- Di New Jersey, wilayah Freehold mencatat rekor ketebalan salju hingga 55 cm (22 inci).
- Bantuan darurat telah dikerahkan untuk menangani kerusakan infrastruktur listrik.
Analisis Cuaca ke Depan
Badai ini menunjukkan perbedaan dampak yang kontras antar wilayah. Sementara Pennsylvania mencatat ketebalan salju yang lebih ringan sekitar 10 cm, wilayah pesisir terus menghadapi ancaman serius.
NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) memprediksi gangguan besar akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan, dengan kategori dampak mencapai level ekstrem yang memerlukan tindakan penyelamatan jiwa di beberapa titik tertentu.
Editor: Redaktur TVRINews
