TVRINews – Oman
Upaya diplomatis meredakan krisis pelayaran internasional menyusul ketegangan regional yang berkepanjangan.
Jalur vital perdagangan energi global menghadapi babak baru perundingan diplomatik. Iran dan Oman menggelar pembicaraan intensif di Teheran guna membahas pembentukan koridor pelayaran sementara di Selat Hormuz, wilayah strategis yang sebagian besar masih tertutup akibat konflik bersenjata yang telah berlangsung hampir enam bulan.
Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, bertemu dengan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi, untuk merumuskan kerangka kerja pengelolaan lalu lintas kapal. Berdasarkan pernyataan bersama kedua negara, rancangan tersebut mencakup pembentukan koridor navigasi bersama yang bersifat sementara serta pembersihan ranjau di perairan tersebut.
"Kedua negara akan melanjutkan negosiasi teknis untuk menetapkan koridor pelayaran permanen dan kesepakatan tata kelola selat di masa depan," demikian keterangan resmi yang dirilis menyusul pertemuan tingkat tinggi tersebut, Selasa 25 Agustus 2026.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menjelaskan bahwa rute sementara yang disepakati akan mengatur arus kapal secara terstruktur. Arus masuk ke Teluk Persia dari Teluk Oman akan sepenuhnya melalui perairan Iran, sementara jalur keluar akan melintasi perairan Iran dan sebagian wilayah kedaulatan Oman. Negosiasi lanjutan dijadwalkan berlangsung selama 30 hingga 60 hari ke depan guna mencapai kesepakatan permanen.
Sebelum eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meletus pada 28 Februari lalu, sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia melintasi perairan sempit ini. Hingga kini, sikap resmi Washington terhadap kesepakatan darurat tersebut masih belum dapat dipastikan, menyusul pernyataan keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang menghalangi upaya pembukaan kembali jalur pelayaran.
Di tengah upaya diplomatik tersebut, situasi keamanan di kawasan tetap rentan. Organisasi Perdagangan Maritim Kerajaan Inggris (UKMT) melaporkan sebuah kapal tanker minyak mengalami lumpuh mesin akibat serangan di lepas pantai timur Oman. Meski seluruh awak dilaporkan selamat, insiden ini menegaskan risiko keselamatan yang masih dihadapi perusahaan pelayaran komersial.
Perkembangan lain di kawasan Timur Tengah juga memicu perhatian internasional, termasuk peringatan dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok terhadap potensi sanksi baru Amerika Serikat yang dapat mengganggu kerja sama bilateral dengan Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, menegaskan bahwa hubungan kerja sama ekonomi kedua negara senantiasa mematuhi hukum internasional dan tidak boleh dilemahkan oleh tekanan eksternal.
Sementara itu, krisis kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk di tengah laporan jatuhnya korban jiwa akibat serangan udara serta penyitaan fasilitas pendidikan milik Perserikatan










