
Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana bersama Manajemen Japan Airlines di Tokyo
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Tokyo
Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, melakukan pertemuan bilateral dengan manajemen Japan Airlines (JAL) di Tokyo, Jepang.
Pertemuan tersebut untuk memperkuat konektivitas udara serta memperluas kolaborasi promosi pariwisata guna menjaring lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) asal Negeri Sakura.
Menpar Widiyanti menyampaikan apresiasi atas peran strategis JAL yang selama ini melayani rute Tokyo–Jakarta. Layanan ini dinilai krusial dalam mendukung mobilitas wisatawan, perjalanan bisnis, hingga pertukaran budaya antara kedua negara.

"Konektivitas udara merupakan faktor kunci dalam memperkuat arus wisatawan antara Indonesia dan Jepang. Kami berharap Japan Airlines dapat mengeksplorasi peluang memperluas layanan ke Indonesia," ujar Widiyanti dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Selasa, 31 Maret 2026.
Menpar juga mendorong JAL untuk menambah frekuensi penerbangan ke Bali, yang masih menjadi destinasi favorit wisatawan Jepang. Ia juga menawarkan pembukaan akses langsung menuju Yogyakarta melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
"Yogyakarta dinilai memiliki potensi besar bagi wisatawan Jepang karena kekayaan warisan budaya serta kedekatannya dengan Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia UNESCO. Destinasi ini juga didukung oleh Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang mampu melayani pesawat berbadan lebar," jelas Menpar.
Melampaui Satu Juta Perjalanan
Berdasarkan data tahun 2025, hubungan pariwisata kedua negara menunjukkan tren positif yang signifikan. Indonesia mencatat lebih dari 380 ribu kunjungan wisatawan Jepang, naik 12 persen dari tahun sebelumnya.
Di sisi lain, kunjungan warga Indonesia ke Jepang mencapai 636 ribu orang. Secara total, pertukaran wisatawan kedua negara telah melampaui angka satu juta perjalanan.
Meski demikian, Menpar mencatat bahwa kapasitas kursi penerbangan langsung saat ini masih belum sebanding dengan tingginya minat perjalanan. Ia mengatakan, hanya tersedia sekitar 685 ribu kursi per tahun dengan 46 penerbangan per minggu.
“Jumlah ini masih berada di bawah potensi permintaan perjalanan wisata kedua negara,” tambahnya.
Kolaborasi Promosi Terintegrasi
Selain urusan maskapai, pertemuan ini juga menyepakati penjajakan kolaborasi promosi melalui berbagai kanal milik Japan Airlines. Kerja sama ini mencakup promosi di in-flight magazine, kanal digital, hingga jaringan JAL Mileage Bank yang nantinya akan diintegrasikan dengan kampanye Wonderful Indonesia.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pariwisata juga mendorong penyelenggaraan familiarization trip (FamTrip) bagi agen perjalanan, media, dan influencer Jepang. Program ini diharapkan dapat memperluas wawasan pasar Jepang mengenai destinasi-destinasi unggulan di Indonesia.
Melalui kemitraan strategis dengan Japan Airlines, pemerintah Indonesia optimistis dapat terus memacu pertumbuhan sektor pariwisata dan mempererat hubungan antar-masyarakat (people-to-people contact) Indonesia dan Jepang.
Editor: Redaksi TVRINews
