TVRINews – Jenewa
UNHCR Menggalang Dana 50 Juta USD untuk Musim Dingin
Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) pada hari Sabtu 31 Oktober 2026 mengumumkan kebutuhan mendesak atas dukungan kemanusiaan bagi sembilan juta jiwa di Ukraina, Suriah, Lebanon, dan Afghanistan guna menghadapi musim dingin mendatang.
Organisasi yang berkedudukan di Jenewa ini meluncurkan kampanye penggalangan dana dengan target minimal 50 juta USD, meningkat 3 juta USD dari perolehan tahun sebelumnya.
Dominique Hyde selaku Direktur Hubungan Eksternal UNHCR menyampaikan bahwa keterbatasan sumber daya dan lonjakan biaya hidup menjadi tantangan berat di tengah ancaman cuaca dingin belahan bumi utara.
Jutaan warga di wilayah rentan dan terdampak konflik berisiko menghadapi cuaca ekstrem tanpa perlindungan memadai, sehingga intervensi cepat sangat diperlukan untuk memberikan rasa aman.
Krisis kemanusiaan tersebut dipicu oleh tingginya harga energi dan pangan serta kelangkaan bahan bakar untuk pemanas ruangan dan memasak di keempat negara sasaran. Di Ukraina, yang memasuki musim dingin kelima sejak invasi skala penuh Rusia, suhu udara diperkirakan turun hingga minus 20 derajat Celsius. Situasi ini diperburuk oleh peningkatan serangan terhadap infrastruktur sipil yang memicu pemadaman listrik berkepanjangan bagi populasi terdampak perang.
Sementara itu, tantangan serupa dihadapi di Afghanistan menyusul kepulangan hampir empat juta pengungsi dari Pakistan dan Iran antara Januari 2025 hingga Juli 2026 dengan sumber daya yang sangat terbatas.
Di Suriah, jutaan pengungsi telah kembali pascakejatuhan Presiden Bashar Assad, namun tanpa tambahan anggaran untuk kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, pakaian, dan minyak pemanas, kelangsungan hidup para pemulang dikhawatirkan menjadi semakin rentan.
Di Lebanon, sekitar 300.000 jiwa diperkirakan memerlukan bantuan musim dingin, meski keterbatasan anggaran membuat UNHCR hanya mampu menjangkau separuh dari jumlah tersebut.
Berdasarkan data UNHCR, jumlah pengungsi global tercatat mencapai 117,8 juta jiwa pada akhir tahun 2025, mengalami sedikit penurunan dari rekor tahun sebelumnya sebanyak 123,2 juta jiwa. Kendati angka pengungsian tetap tinggi, badan tersebut justru harus memangkas jumlah tenaga kerja akibat efisiensi anggaran. Dari total proyeksi kebutuhan sebesar 8,5 miliar USD untuk program tahun 2026, UNHCR baru mengamankan dana tersedia sebesar 3 miliar USD per 9 Oktober.









