TVRINews – Los Angeles
Sheriff Los Angeles memastikan agen ICE tidak akan melakukan penindakan imigrasi sipil, sementara pengamanan laga Iran ditingkatkan menyusul ketegangan geopolitik.
Otoritas keamanan Los Angeles menegaskan bahwa penegakan hukum imigrasi sipil tidak akan diberlakukan selama gelaran Piala Dunia FIFA di kota tersebut. guna meredam kekhawatiran para pekerja stadion dan penggemar sepak bola terkait potensi tindakan keras terhadap imigran.
Sheriff County Los Angeles, Robert Luna, menyampaikan bahwa kepastian tersebut diperoleh langsung dari pejabat federal menyusul gelombang protes dari serikat pekerja lokal. Kendati demikian, personel dari berbagai agen federal tetap akan disiagakan murni demi menjaga stabilitas keamanan turnamen.
"Saya telah menghubungi langsung pimpinan Keamanan Dalam Negeri (DHS) untuk wilayah LA. Mereka menegaskan bahwa agen federal akan hadir demi memastikan seluruh lokasi dan acara aman. Namun, untuk penegakan imigrasi sipil, hal itu dipastikan tidak akan terjadi di pertandingan mana pun," ujar Luna dalam sebuah konferensi pers, Senin 1 Juni 2026 waktu setempat.
Isu keterlibatan Immigration and Customs Enforcement (ICE) sebelumnya sempat memicu ketegangan. Bulan lalu, para pekerja di Stadion Los Angeles yang menjadi lokasi laga pembuka tim nasional Amerika Serikat melawan Paraguay pada 12 Juni sempat mengancam akan melakukan aksi mogok kerja. Mereka menuntut jaminan tertulis agar keberadaan agen federal tidak menciptakan iklim ketakutan bagi pekerja maupun penonton.
Pengamanan Laga Iran dan Regulasi Ketat Udara
Selain isu imigrasi, fokus keamanan juga diarahkan pada aspek geopolitik. Stadion Los Angeles dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi dua pertandingan babak penyisihan grup tim nasional Iran. Mengingat eskalasi situasi global saat ini, pihak berwenang mengonfirmasi adanya penambahan personel secara signifikan pada laga-laga tersebut.
Wilayah Los Angeles sendiri dikenal sebagai rumah bagi komunitas diaspora Iran terbesar di luar negara asal mereka.
"Iran membawa dinamika yang berbeda akibat situasi dunia saat ini. Oleh karena itu, akan ada penambahan staf keamanan untuk pertandingan-pertandingan tersebut," kata Luna menambahkan.
Selain penguatan personel di darat, pembatasan ketat juga diberlakukan di ruang udara sekitar fasilitas olahraga. Pihak biro investigasi federal mengingatkan akan adanya kebijakan tanpa toleransi terhadap penggunaan pesawat tanpa awak (drone) ilegal.
Asisten Direktur FBI, Patrick Grandy, menegaskan bahwa pihaknya memiliki kapabilitas untuk melumpuhkan drone yang melanggar zona larangan terbang dan menurunkannya ke lokasi yang aman dari kerumunan massa.
Sementara itu, Jaksa Wilayah Los Angeles, Nathan Hochman, memperingatkan bahwa penegakan hukum akan berjalan sangat masif sepanjang turnamen berlangsung, yakni mulai 11 Juni hingga 19 Juli, untuk memastikan keselamatan publik tetap terjaga sepenuhnya.










