TVRINews – Tel Aviv
Pemilu Israel Buntu, Pasar Keuangan Bereaksi Negatif
Pasar keuangan Israel mengalami tekanan jual yang signifikan setelah jajak pendapat cepat menunjukkan hasil pemilihan umum yang tidak menghasilkan pemenang mayoritas mutlak. Ketidakpastian politik ini langsung direspons oleh para investor di bursa domestik.
Indeks acuan Tel Aviv 125 merosot hingga lebih dari 3 persen pada awal perdagangan Rabu 28 Oktober 2026, merespons kebuntuan perolehan suara parlemen. Situasi ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas pemerintahan mendatang di tengah konflik berkepanjangan.
Berdasarkan data penghitungan suara resmi yang dilansir oleh berbagai media lokal Israel, koalisi sayap kanan pimpinan Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu diproyeksikan mengamankan 54 kursi. Sementara itu, kubu oposisi di bawah pimpinan tokoh partai Yashar, Gadi Eisenkot, berada di jalur perolehan 49 kursi.
Untuk dapat membentuk pemerintahan yang stabil di parlemen unikameral atau Knesset, sebuah koalisi membutuhkan minimal 61 kursi dari total 120 kursi yang tersedia.
Sebelum gejolak politik ini terjadi, perekonomian Israel tercatat tetap menunjukkan ketahanan di tengah eskalasi konflik regional dalam tiga tahun terakhir, didorong oleh arus investasi yang kuat pada sektor teknologi domestik.
Catatan resmi pemerintah menunjukkan produk domestik bruto (PDB) tumbuh sebesar 2,9 persen pada 2025 dan berlanjut 3,2 persen pada semester pertama 2026.
Kendati demikian, para pelaku pasar kini memantau secara ketat perkembangan negosiasi politik lanjutan guna memastikan arah kebijakan fiskal dan moneter di bawah pemerintahan baru yang akan datang.










