TVRINews- Bukares
Pengadilan Bukares memperpanjang masa penahanan pra-persidangan terhadap tokoh sayap kanan Calin Georgescu selama 30 hari di tengah gelombang protes pendukung dan ketidakpastian politik domestik.
Pengadilan di Bukares, Rumania, secara resmi memperpanjang masa penahanan pra-persidangan terhadap figur politik sayap kanan, Calin Georgescu, selama 30 hari menyusul sidang banding atas putusan pengadilan tingkat pertama.
Menurut keterangan pihak kejaksaan, Georgescu bersama dua orang lainnya diduga terlibat dalam kasus penipuan. Mereka disebut memengaruhi seorang pengusaha lokal untuk menyerahkan dana sebesar 1,1 juta euro melalui klaim palsu bahwa para tersangka dapat membantu memfasilitasi fasilitas kredit senilai hingga 15 juta euro dari sebuah lembaga keuangan asing.
Menanggapi proses hukum tersebut, Georgescu membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia mengklaim bahwa rangkaian penyelidikan dan proses peradilan yang berjalan bermuatan politis.
Di luar ruang sidang, ratusan massa pendukung berkumpul melakukan aksi unjuk rasa untuk memprotes penahanan tersebut. Sejumlah kelompok bahkan sempat memasuki gedung Pengadilan Bukares pada hari Rabu 28 Oktober 2026 untuk menuntut pembebasannya, sebagaimana dilaporkan oleh media setempat.
George Simion, pemimpin aliansi politik sayap kanan Alliance for the Union of Romanians (AUR), menyatakan bahwa putusan awal pengadilan tingkat bawah sebelumnya merupakan indikasi bahwa aspirasi para demonstran mulai didengar.
Akibat putusan banding tersebut, Georgescu tetap berada dalam tahanan kepolisian hingga batas waktu penahanan yang ditetapkan sampai tanggal 27 November.
Nama Georgescu sendiri mencuat secara nasional setelah berhasil memenangkan perolehan suara terbanyak pada putaran pertama pemilihan presiden Rumania pada November 2024.
Kendati demikian, hasil pemilu beserta putaran kedua terpaksa dibatalkan menyusul temuan dugaan intervensi asing, meski pihak Moskow secara konsisten membantah keterlibatan dalam proses tersebut. Georgescu kemudian dilarang kembali mencalonkan diri, hingga akhirnya politikus sentris pro-Eropa, Nicusor Dan, memenangkan pemilu ulangan yang diselenggarakan pada Mei 2025.
Selain kasus dugaan penipuan finansial, otoritas kejaksaan turut menjerat Georgescu dalam berkas perkara terpisah. Ia dituduh menghasut aksi kekerasan pasca-pembatalan hasil pemilu, menyebarkan informasi palsu, berupaya mengganggu keamanan nasional, serta mempromosikan tokoh-tokoh fasis era 1930-an.
Sejumlah politikus dari spektrum politik sayap kanan menyatakan solidaritas dan berikrar untuk terus mendampingi Georgescu di tengah dinamika politik Rumania yang masih bergejolak.
Situasi ini terjadi beriringan dengan langkah parlemen yang baru-baru ini menyetujui susunan kabinet pemerintahan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Luca Niculescu pada bulan ini, guna mengakhiri kebuntuan politik berbulan-bulan setelah keruntuhan koalisi sebelumnya pada










