TVRINews – Miami
Flávio Bolsonaro menegaskan kepergiannya ke Amerika Serikat bukan untuk melarikan diri dari tanah air, melainkan demi melindungi keluarga di tengah situasi politik yang memanas.
Senator Brasil Flávio Bolsonaro akhirnya angkat bicara usai tiba di Miami, Amerika Serikat, setelah kekalahannya dalam pemilu presiden. Keberadaannya sempat memicu spekulasi luas di tengah ketidakpastian informasi perlintasan batas negara.
Melalui pernyataan resmi yang disebarkan oleh influencer sayap kanan Paulo Figueiredo, Flávio menegaskan bahwa dirinya tidak berniat meninggalkan tanah air secara permanen. Ia menyebut langkah tersebut diambil demi keselamatan keluarganya sekaligus menghindari apa yang ia sebut sebagai rezim pengecualian.
"Saya tidak kabur dari Brasil; saya pergi demi kepentingan Brasil," ujarnya, seperti dikutip dari laporan internasional BBC News, Kamis 29 Oktober 2026. Ia menambahkan bahwa dirinya menolak apa yang dinilai sebagai bentuk penganiayaan politik.
Sebelum kedatangannya di Florida terkonfirmasi, pergerakan politik ini sempat diwarnai simpang siur informasi. Otoritas kepolisian sempat memeriksa sejumlah pos perbatasan darat menyusul laporan awal dari media Argentina yang menyebutkan perlintasan batas wilayah. Data pemantauan penerbangan kemudian mengonfirmasi keberangkatan rombongan dari Puerto Iguazú menuju Miami melalui perhentian singkat di Ekuador.
Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah menerbitkan visa bagi Flávio beserta keluarganya. Presiden AS Donald Trump dalam keterangannya menyatakan bahwa pihaknya memberikan izin masuk bagi politisi tersebut, seraya menyebut dinamika pemilu di Brasil berlangsung dalam situasi yang tidak biasa.
Di sisi lain, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengkritik kepergian tersebut. Lula menyatakan bahwa pihak-pihak yang tidak melakukan pelanggaran seharusnya tidak perlu merasa gentar menghadapi proses hukum di dalam negeri.
Kepindahan ini terjadi menjelang berakhirnya masa jabatan senator Flávio pada 31 Januari mendatang, di mana ia akan kehilangan kekebalan parlamenternya. Saat ini, Mahkamah Agung Federal Brasil masih menangani dua penyelidikan yang melibatkan namanya terkait dugaan aliran dana dan pencucian uang, tuduhan yang secara konsisten dibantah oleh pihak yang bersangkutan.










