TVRINews – Jakarta
Getaran dirasakan hingga wilayah perbatasan Indonesia setelah gempa darat dangkal bermagnitudo 6,0 melanda Kiunga, Papua Nugini, Kamis 29 Oktober 2026.
Kiunga diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,0 pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 10.26 WIB. Berdasarkan data pemutakhiran dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di daratan dengan kekuatan terukur pada magnitudo 5,9 dan kedalaman 42 kilometer.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto pada lama resmi BMKG, menyampaikan bahwa titik episenter gempa terletak pada koordinat 5,68 derajat Lintang Selatan dan 141,88 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berjarak sekitar 171 kilometer di sebelah tenggara Oksibil, Papua Pegunungan.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Wijayanto dalam keterangan resminya, Kamis 29 Oktober 2026.
Berdasarkan data lebih lanjut terhadap parameter hiposenter menunjukkan bahwa peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. Aktivitas tersebut dipicu oleh pergerakan sesar aktif dengan mekanisme pergerakan geser atau strike-slip.
Getaran akibat gempa ini turut dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia yang berbatasan langsung. Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan dengan skala intensitas III MMI dirasakan di Kabupaten Boven Digoel, yang menggambarkan getaran nyata di dalam rumah seolah-olah ada truk yang melintas. Sementara itu, getaran berskala II MMI yang membuat benda ringan bergantung ikut bergoyang tercatat di Kota Jayapura dan Merauke.
Hingga pukul 10.55 WIB, hasil pemantauan instrumental belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock. Pihak otoritas meteorologi terus memantau perkembangan situasi secara berkala guna menyampaikan informasi terbaru kepada publik maupun pemangku kepentingan.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan mengabaikan informasi yang tidak terverifikasi kebenarannya. Warga juga diingatkan untuk memeriksa kondisi tempat tinggal serta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat guncangan. Seluruh pembaruan resmi terkait aktivitas seismik ini dapat diakses melalui kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG.










