TVRINews, Jakarta
Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan tingkat pengangguran di kawasan Timur Jauh Rusia turun drastis dalam dua dekade terakhir. Dari rekor tertinggi 16,4 persen pada 1998, angka tersebut kini turun menjadi 2,2 persen atau setara dengan rata-rata nasional Rusia.
Hal tersebut dikatakannya saat menghadiri Eastern Economic Forum 2026 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026. Menurutnya, penurunan pengangguran menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam kondisi pasar tenaga kerja di kawasan tersebut.

"Selama waktu yang telah berlalu, pengangguran di Timur Jauh telah menurun empat kali lipat. Tahun ini sebesar 2,2 persen. Artinya, sama dengan rata-rata nasional. Tingkat pengangguran ini adalah rekor terendah bagi kawasan ini," kata Putin, Kamis, 3 September 2026.
Menurut Putin, penurunan pengangguran berjalan seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di hampir seluruh wilayah administratif Timur Jauh. Aktivitas tersebut salah satunya tercermin dari berkembangnya sektor usaha kecil dan menengah yang kini melibatkan sekitar sepertiga warga yang bekerja.
"Apa artinya ini? bahwa Timur Jauh Rusia sedang dalam tahap kebangkitan. Pebisnis dan pengusaha melihat prospek untuk pengembangan dan perluasan bisnis mereka," ujar Putin.
Ia menilai perkembangan tersebut juga menunjukkan bahwa masyarakat mulai melihat adanya peluang ekonomi yang lebih baik. Pengetahuan dan kompetensi mereka dinilai semakin dibutuhkan untuk mendukung pembangunan kawasan maupun Rusia secara keseluruhan.
Putin menegaskan, perkembangan sejumlah indikator makroekonomi di Timur Jauh bahkan telah melampaui rata-rata nasional. Kondisi itu, menurutnya, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menjadikan pembangunan kawasan Timur Jauh sebagai salah satu prioritas strategis Rusia sepanjang abad ke-21.
Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah, dunia usaha, pengusaha, dan masyarakat di Timur Jauh.
Putin juga mengapresiasi kontribusi mitra asing dan investor yang menanamkan modal serta teknologi dalam berbagai proyek pembangunan, baik di Timur Jauh dan Arktik maupun di wilayah Rusia lainnya.
"Kami juga sangat menghargai partisipasi mitra asing dan investor yang menginvestasikan modal dan teknologi dalam proyek pembangunan. Bukan hanya di Timur Jauh dan Arktik, tetapi di seluruh Rusia," pungkasnya.










