TVRINews - Florida
Misi Kilat SpaceX Catat Waktu Tempuh Tercepat Menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Penerbangan luar angkasa berawak kembali mencatatkan tonggak sejarah penting dalam dunia eksplorasi kosmik. Empat astronot resmi tiba di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada hari kamis 1 Oktober 2026, usai merampungkan perjalanan ekspres berdurasi delapan jam yang sekaligus memecahkan rekor kecepatan Amerika Serikat.
Misi tersebut membawa kelompok astronot baru yang terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk seorang astronot asal Kanada yang harus meninggalkan istrinya dalam masa penantian kelahiran anak pertama mereka.
Sebelum peluncuran ini, SpaceX sempat menghadapi penundaan selama tiga minggu guna memperbaiki sistem bahan bakar pada kapsul Dragon yang mengalami kebocoran. Kendala cuaca juga sempat membayangi persiapan pagi itu, di mana awan tebal mengancam jalannya hitung mundur. Namun, kondisi atmosfer berangsur membaik dan membuka jalan bagi peluncuran yang aman dari Cape Canaveral Space Force Station.
Meskipun masa tugas mereka di laboratorium orbital tersebut akan berlangsung selama enam bulan, perjalanan menuju ke sana menjadi yang tercepat bukan hanya bagi perusahaan milik Elon Musk tersebut, melainkan juga bagi entitas Amerika Serikat mana pun, termasuk NASA. Posisi orbit ISS yang sangat strategis saat peluncuran turut mendukung efisiensi durasi transit yang luar biasa ini.
Penerbangan ini juga menorehkan sejarah sosial yang signifikan. Komandan misi, Jessica Watkins, resmi menjadi perempuan kulit hitam pertama yang memimpin awak penerbangan menuju orbit bumi. Watkins, seorang ahli geologi yang sebelumnya pernah terlibat dalam misi penjelajahan robot penjelajah Mars Curiosity milik NASA satu dekade silam, kembali ke stasiun luar angkasa untuk kedua kalinya setelah kunjungan panjang pada tahun 2022.

(Astronot Badan Antariksa Kanada Joshua Kutryk (kiri), astronot NASA Luke Delaney dan Jessica Watkins, serta kosmonot Roscosmos Sergey Teteryatnikov, jelang peluncuran SpaceX misi Crew-13 rabu 1 Oktober 2026, [Foto: NASA via AP])
Keberhasilan manuver orbital tersebut langsung disambut rasa syukur oleh sang komandan sesaat setelah meninggalkan atmosfer bumi. "Terima kasih atas penerbangan yang luar biasa," ujar Watkins melalui sambungan radio.
Kehadiran para awak baru ini diharapkan mampu memperkuat agenda penelitian ilmiah jangka panjang di ISS, sekaligus membuktikan kemajuan teknologi transportasi luar angkasa komersial yang semakin efisien dan andal.










