TVRINews, Beirut
Sebuah Amunisi meledak di dekat Mitzpe Be’er saat rombongan sekolah melintas, melukai puluhan orang dan menghentikan sementara agenda PM Netanyahu.
Insiden ledakan Amunisi terjadi di kawasan perbatasan utara dekat Lebanon senin 12 Oktober 2026, mengakibatkan satu warga Israel tewas dan sedikitnya 20 orang lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
Laporan layanan darurat medis nasional Israel selasa 13 Oktober 2026, Magen David Adom, mengonfirmasi bahwa armada penanganan cepat dikerahkan ke lokasi tak lama setelah panggilan darurat diterima.
"Petugas medis tiba di tempat kejadian untuk memberikan penanganan medis awal kepada para korban luka," demikian pernyataan Magen David Adom yang dikutip platform berita Israel, Ynet. Sebanyak 14 ambulans dan tiga helikopter evakuasi diterjunkan ke titik lokasi untuk mengevakuasi para korban ke fasilitas medis terdekat.
Peristiwa tersebut berlangsung di sekitar Mitzpe Be’er ketika rombongan siswa dan guru sedang melaksanakan kegiatan karyawisata tahunan. Berdasarkan hasil penyelidikan awal yang dihimpun media lokal, ledakan diduga dipicu oleh tindakan salah satu individu yang menyentuh benda berbahaya tersebut dan mengamankannya ke dalam tas sebelum akhirnya meledak.
Area perbatasan tersebut sejatinya telah dinyatakan steril dari bahan peledak oleh otoritas militer dan kepolisian setempat. Namun, laporan media lokal Walla menyebutkan bahwa sisa muatan roket lama milik kelompok Hizbullah yang didukung Iran disinyalir menjadi sumber utama ledakan.
Di sisi lain, pihak militer Lebanon menyatakan terus memantau perkembangan situasi dari jarak jauh melalui siaran informasi media Israel.
"Tidak ada presensi tentara Lebanon di dekat lokasi kejadian, dan kami belum dapat memastikan apakah titik insiden berada di wilayah Lebanon yang diduduki Israel atau di luar wilayah tersebut," ujar seorang sumber militer Lebanon kepada Arab News. "Kami fokus memantau laporan yang dirilis oleh media Israel."
Insiden mendadak ini turut berdampak pada agenda politik nasional. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan langsung menghentikan siaran langsung kampanye pemilihan umum di media sosial saat menerima warta terkait ledakan tersebut.










