TVRINews – Al-Mukalla, Yaman
Jalur Pasokan Utama Terputus, Ratusan Ribu Warga Yaman Terancam Kehabisan Bahan Pangan dan Obat-obatan
Krisis kemanusiaan di Kota Taiz, Yaman, mencapai titik kritis setelah kelompok milisi Houthi yang disokong Iran memperketat blokade terhadap jalur pasokan strategis. Hingga memutus akses logistik pangan, bahan bakar, hingga pasokan air bersih bagi lebih dari satu juta penduduk kota tersebut.
Berdasarkan laporan lapangan dan keterangan otoritas setempat, penutupan jalur penghubung terakhir antara Taiz dan Kota Aden telah memicu lonjakan harga barang pokok secara drastis serta mengancam kelangsungan hidup ratusan ribu warga sipil.
Jurnalis lokal yang bermarkas di Taiz, Raafat Al-Wafi, mengungkapkan bahwa warga kini terpaksa melakukan penghematan ketat terhadap persediaan makanan yang kian menipis.
"Kami hanya mengonsumsi makanan kaleng seperti tuna karena tidak ada pasokan daging, ayam, maupun ikan segar yang dapat memasuki kota akibat pengepungan ini," ujar Al-Wafi saat dihubungi dari Taiz, sebagaimana dilansir Arab News Selasa 13 Oktober 2026.
Al-Wafi menjelaskan bahwa pemerintah daerah setempat telah menghentikan penjualan tepung secara langsung kepada masyarakat guna menjaga stok pasokan dasar. Tepung kini diprioritaskan hanya untuk fasilitas toko roti.
Dampak blokade juga memicu inflasi ekstrem pada sektor energi dan air bersih. Harga satu jeriken bahan bakar berkapasitas 20 liter meroket hingga melebihi 150.000 riyal Yaman (sekitar US$100), dari harga normal sebesar 30.000 riyal. Sementara itu, air minum kemasan satu liter yang semula berharga 500 riyal kini melonjak tajam menjadi 6.000 riyal.
Penutupan Jalur Kemanusiaan
Sejak awal bulan ini, kekuatan Houthi berhasil menguasai wilayah perbukitan yang sebelumnya menjadi jalur alternatif perdagangan warga. Kendati medan lintasan tersebut terjal dan berbahaya, akses tersebut menjadi satu-satunya urat nadi logistik yang menghindari titik pemeriksaan (checkpoint) milisi.
Selain ancaman krisis pangan dan sanitasi akibat penumpukan sampah di area publik, sektor kesehatan di Taiz berada di ambang kelumpuhan total. Kementerian Kesehatan Publik dan Kependudukan Yaman di Aden meningkatkan potensi bencana medis berskala besar.
Dalam pernyataan resminya pada Sabtu 10 Oktober 2026 lalu, pihak kementerian menegaskan bahwa pemblokiran distribusi obat-obatan dan persediaan medis berisiko menutup layanan darurat, ruang operasi, unit perawatan intensif (ICU), hingga fasilitas perawatan bayi prematur.
"Kementerian membebankan tanggung jawab penuh atas blokade dan dampak kemanusiaan ini kepada milisi Houthi. Kami mendesak pembukaan kembali jalur pasokan secara mengalir serta jaminan keamanan bagi ambulans, tenaga medis, dan bantuan kemanusiaan," bunyi pernyataan resmi kementerian.
Desakan Intervensi Internasional
Gubernur Provinsi Taiz, Nabil Shamsan, dalam konferensi pers resminya menyampaikan seruan darurat kepada Pemerintah Yaman dan komunitas internasional untuk menekan pihak Houthi agar segera menghentikan aksi pengetatan wilayah tersebut.
"Hari ini kami menyampaikan imbauan nasional dan kemanusiaan yang mendesak untuk menembus pengepungan yang mencekik ini. Kota Taiz tidak akan pernah tunduk pada upaya penyanderaan, kelaparan, maupun intimidasi," tegas Shamsan.
Kondisi keamanan di dalam kota semakin diperparah oleh pemboman beruntun yang menghantam kawasan pemukiman warga. Para pengamat dan warga lokal khawatir, jika intervensi internasional tidak segera dilakukan, Taiz akan jatuh ke dalam bencana kelaparan masif dalam kurun waktu dekat.










