TVRINews – Asia
Bursa saham Asia dibuka menguat pada perdagangan hari ini Rabu 28 Oktober 2026, mengekor tren positif Wall Street yang ditopang oleh kebangkitan minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Penguatan ini sekaligus meredakan tekanan pasar yang terjadi selama tiga pekan terakhir.
Indeks utama bursa regional Asia mencatat kenaikan signifikan seiring tingginya antusiasme pasar terhadap saham-saham berbasis teknologi. Pemulihan sentimen global ini tidak lepas dari sejumlah aksi korporasi jumbo di Amerika Serikat, termasuk penawaran saham senilai USD 25 miliar oleh Meta Platforms Inc. yang mengalami kelebihan permintaan hingga lima kali lipat, serta perluasan kolaborasi strategis antara Oracle Corp. dan OpenAI.
Sentimen positif tersebut turut diperkuat oleh persiapan laporan keuangan triwulanan dari sejumlah raksasa teknologi, seperti Alphabet Inc. dan Microsoft Corp., disusul oleh Amazon Inc. Para pelaku pasar memandang deretan agenda tersebut sebagai indikator krusial untuk mengukur kesehatan finansial korporasi besar di tengah masifnya pengeluaran infrastruktur digital.
Michael O'Rourke, Kepala Strategi Pasar di JonesTrading Institutional Services LLC, menilai bahwa gelombang sentimen positif ini memberikan angin segar bagi para investor. Menurutnya, dinamika pasar terkini menunjukkan komitmen pendanaan yang kuat dari perusahaan-perusahaan skala besar.
"Arus informasi seputar kecerdasan buatan telah memicu reli pemulihan setelah sektor ini mengalami tekanan selama tiga pekan," tulis Michael O'Rourke dalam catatan risetnya yang dikutip The Ekonomic Times Rabu, 28 Oktober 2026.
Ia menambahkan bahwa perkembangan tersebut memberikan keyakinan kepada investor bahwa korporasi berskala besar terus melanjutkan ekspansi modal, sekalipun entitas yang lebih kecil masih menghadapi tantangan ketat.
Di sisi lain, pasar komoditas global menunjukkan pergerakan yang cenderung stabil. Patokan minyak mentah dunia, Brent, mempertahankan koreksi dari sesi sebelumnya di tengah upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.
Sementara itu, instrumen obligasi pemerintah AS (Treasuries) di New York tercatat minim perubahan dan mata uang dolar Amerika Serikat bergerak merangkak naik tipis.
Selain sektor teknologi dan energi, para pelaku pasar global saat ini juga tengah mencermati perkembangan politik internasional, termasuk situasi pemilihan umum di Israel yang mengarah pada hasil ketat tanpa mayoritas mutlak, serta keputusan suku bunga acuan oleh bank sentral AS (The Federal Reserve) yang diantisipasi tetap berada di tingkat stabil.










