TVRINews - Corpus Christi, Texas
Di tengah eskalasi konflik Iran, Trump memamerkan penguasaan energi Venezuela sebagai kemenangan geopolitik di hadapan publik Texas.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampil dalam sebuah agenda kampanye di Corpus Christi, Texas, Selasa, 27 Oktober 2026, dengan menyoroti kebijakan luar negeri pemerintahannya yang agresif terkait sektor energi.
Di hadapan para pendukungnya, ia memamerkan keberadaan sebuah kapal tanker berisi minyak mentah Venezuela yang bersandar di dekat lokasi acara, hasil dari kesepakatan politik pasca-intervensi militer di negara Amerika Latin tersebut.
"Minyak yang berada di kapal-kapal luar itu diserahkan kepada Amerika Serikat tanpa membebani pembayar Tanpa biaya bagi wajib pajak Amerika," ujar Trump di hadapan massa pendukung Partai Republik.
Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari operasi militer mendadak yang dilancarkan pasukan AS ke Venezuela pada Januari lalu, yang berujung pada penangkapan mantan Presiden Nicolás Maduro untuk menghadapi proses hukum di pengadilan Amerika.
Pemerintahan transisi di bawah kepemimpinan Wakil Presiden sebelumnya, Delcy Rodriguez, kemudian menyetujui sejumlah kesepakatan ekspor energi dengan restu Washington.
Dalam pidatonya, Trump secara terbuka menggambarkan hubungan kedua negara melalui kerangka geopolitik tradisional, di mana kekuasaan dan penguasaan sumber daya alam menjadi fokus utama.
Ia menyebut pasokan minyak tersebut sebagai buah dari kemenangan strategis dalam konflik dengan Venezuela, seraya mengulang retorika mengenai pengelolaan kekayaan negara yang ditaklukkan.
"Kami membawa banyak minyak untuk kepentingan kita sendiri, dalam jumlah yang sangat besar," kata Trump.
Selain membahas pasokan energi, Trump juga melontarkan gagasan agar wilayah Venezuela diintegrasikan secara penuh ke dalam wilayah kedaulatan Amerika Serikat sebagai negara bagian ke-51.
Menurutnya, langkah tersebut dapat membuka jalan bagi stabilitas ekonomi kawasan melalui sistem pemilihan gubernur lokal di masa mendatang.
Pernyataan mengenai pasokan minyak Venezuela ini mengemuka di tengah situasi pasar energi global yang mengalami lonjakan harga akibat eskalasi konflik militer dengan Iran. Meski demikian, Trump meyakinkan para pemilih bahwa harga bahan bakar di tingkat domestik akan segera mengalami penurunan signifikan dalam waktu dekat.










