TVRINews – Bogor, Jawa Barat
Konflik bersenjata di Kota Taiz, Yaman, kembali memanas setelah sebuah insiden serangan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) merenggut dua nyawa dan melukai sejumlah warga sipil.
Kementerian Kesehatan yang dikelola kelompok Houthi menuding pasukan pemerintah Yaman bertanggung jawab atas insiden mematikan tersebut, sementara ketegangan regional turut melibatkan dinamika diplomatik Mesir dan Arab Saudi.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dengan struktur piramida terbalik, pertempuran sengit dilaporkan terus berkecamuk di sekitar Kota Taiz yang selama beberapa pekan terakhir berada dalam bayang-bayang pengepungan.
Kelompok pemberontak Houthi sebelumnya dilaporkan menutup sebagian besar jalur pasokan menuju kota terbesar ketiga di Yaman tersebut.
Di sisi lain, Human Rights Watch (HRW) mengeluarkan kecaman keras melalui laporan terbarunya pada Senin 26 Oktober 2026. Lembaga hak asasi manusia internasional tersebut menyatakan bahwa serangan Houthi yang merusak infrastruktur jalan utama menuju Taiz berpotensi melanggar hukum internasional.
Kerusakan pada jalur vital Hayjat al-Abd ini dinilai semakin memperparah krisis kemanusiaan, mengingat jalur tersebut merupakan akses esensial bagi distribusi pasokan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.
Ketegangan di kawasan ini semakin melebar tatkala pejabat biro politik Houthi, Mohammed al-Bukhaiti, menyampaikan keberatan atas sikap politik luar negeri Mesir. Dalam wawancara eksklusif, ia menilai langkah parlemen Mesir yang menyetujui dukungan militer dan strategis bagi Arab Arabia berisiko menarik Kairo ke dalam pusaran konflik.
"Dukungan tersebut dapat dipandang sebagai tindakan permusuhan," ujar al-Bukhaiti menegaskan posisi kelompoknya.
Di tengah memanasnya situasi, Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, menyerukan langkah deeskalasi regional secara kolektif. Melalui komunikasi diplomatik intensif dengan berbagai pihak termasuk Iran, Kairo menegaskan kembali pendiriannya bahwa penyelesaian militer bukanlah jalan keluar yang efektif bagi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, koalisi pimpinan Saudi juga melaporkan keberhasilan pencegatan sejumlah drone serta rudal balistik yang diluncurkan ke wilayah perbatasan selatan dan timur Kerajaan, menandakan luasnya cakupan ketegangan keamanan yang menuntut perhatian dunia internasional.










