TVRINews – Washington DC
Parlemen Senat AS Batalkan Alokasi Dana Tambahan, Upaya Republik Danai Proyek Gedung Putih Terancam Gagal.
Upaya Partai Republik untuk menyertakan dana keamanan federal bagi proyek ballroom kontroversial Presiden Donald Trump di Gedung Putih mendapat pukulan telak.
Penasihat hukum (parlementarian) Senat Amerika Serikat, Elizabeth MacDonough, memutuskan bahwa ketentuan anggaran tersebut tidak sesuai dengan aturan prosedural kamar legislatif.
Keputusan yang diumumkan pada Sabtu 16 Mei 2026 malam waktu setempat ini langsung membuyarkan rencana fraksi Republik untuk meloloskan paket anggaran keamanan senilai US$1 miliar di mana sebagian dialokasikan untuk membiayai pengamanan struktur megah tersebut melalui mekanisme pemungutan suara mayoritas sederhana.
Berdasarkan aturan Senat, ketentuan semacam itu memerlukan setidaknya 60 suara untuk dapat disahkan, sebuah ambang batas yang sulit dicapai mengingat komposisi kursi Republik saat ini berada di angka 53-47.
Sengketa legislatif ini berakar dari rencana pembangunan gedung pertemuan (ballroom) seluas 90.000 kaki persegi di area Sayap Timur (East Wing) Gedung Putih.
Sejak awal, Presiden Trump menegaskan bahwa biaya konstruksi fisik yang diperkirakan mencapai US$400 juta sepenuhnya bersumber dari donasi swasta. Kendati demikian, dokumen internal menunjukkan adanya usulan anggaran federal tambahan guna menunjang infrastruktur proteksi dan operasional Secret Service di sekitar fasilitas baru tersebut.
Pihak Gedung Putih dan perwakilan Republik berargumen bahwa modernisasi sistem pengamanan sangat mendesak demi menjamin keselamatan presiden.
Mereka merujuk pada insiden keamanan bulan lalu, ketika seorang pria bersenjata mencoba menerobos gala media berpakaian resmi di Washington yang dihadiri oleh Trump. Namun, fraksi Demokrat di Senat segera mengambil langkah hukum substantif untuk menjegal usulan tersebut.
Mereka menilai alokasi dana ini merupakan bentuk pemborosan anggaran negara di tengah situasi ekonomi domestik yang sedang menghadapi tekanan biaya hidup dan kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik.
Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, menyatakan bahwa keputusan parlemen Senat merupakan kemenangan bagi pembayar pajak.
"Senat Demokrat melakukan perlawanan dan berhasil menggagalkan upaya pertama mereka," ujar Schumer dalam keterangan resminya pada Sabtu malam, sebagaimana dilaporkan oleh The Washington Post dan dikutip ulang oleh The Guardian. "Kami akan selalu siap menghadang kembali jika mereka mencoba memasukkannya lagi."
Di sisi lain, perwakilan Partai Republik menyatakan tidak akan langsung menyerah. Sejumlah senator dari komite anggaran dilaporkan tengah meninjau ulang draf legislasi tersebut guna melakukan revisi teknis agar dapat memenuhi koridor regulasi yang ditetapkan parlementarian Senat.
Jika upaya penyesuaian ini gagal, anggaran keamanan khusus tersebut dipastikan akan dicoret dari paket belanja negara senilai US$72 miliar yang sebagian besar dialokasikan untuk penegakan hukum imigrasi dan pengamanan perbatasan.
Proyek pembangunan ini terus menuai polarisasi tajam di Washington. Kritikus dari lembaga pelestarian sejarah sebelumnya sempat mengajukan gugatan hukum atas pembongkaran sebagian area historis Gedung Putih.
Sementara pihak administrasi bersikeras bahwa fasilitas baru ini dirancang untuk menggantikan struktur tenda luar ruangan temporer yang selama ini digunakan untuk menyambut tamu-tamu kenegaraan berskala besar.










