TVRINews – Riga
Aliansi tingkatkan kesiagaan setelah pesawat nirawak memasuki wilayah udara anggota, menyusul insiden serupa di Rumania dan Polandia.
Ketegangan di wilayah udara Eropa timur kembali meningkat setelah sebuah pesawat nirawak (unmanned aerial vehicle / UAV) tak dikenal terdeteksi menyusup ke wilayah kedaulatan Latvia.
Menanggapi ancaman tersebut, aliansi pertahanan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengerahkan jet tempur gabungan untuk melumpuhkan objek udara tersebut.
Juru bicara NATO, Allison Hart, mengonfirmasi bahwa aset udara dari Turki dan Italia dikerahkan secara cepat guna mengatasi situasi darurat di perbatasan utara aliansi.
“Pesawat Eurofighter Italia yang bertugas di Lithuania dan F-16 Turki dari Estonia dikerahkan karena adanya UAV di wilayah udara Latvia,” ujar Hart melalui pernyataan resmi di platform X Sabtu 15 Agustus 2026.
Hart menambahkan, insiden ini terjadi hanya berselang sehari setelah pesawat tempur F-16 milik Rumania dan Spanyol juga mengambil tindakan serupa. Langkah antisipasi tersebut diambil menyusul laporan masuknya sejumlah UAV ke wilayah udara Rumania yang berlokasi di dekat perbatasan Ukraina.
Menghadapi eskalasi insiden keamanan ini, Hart menegaskan bahwa pihak aliansi senantiasa memantau situasi secara intensif dan menjaga kesiagaan penuh sepanjang waktu.
“NATO siap 24/7 menghadapi kemungkinan ancaman. Kami akan terus melindungi wilayah kami dan memastikan keselamatan masyarakat kami,” tegasnya.
Langkah Tanggap Darurat di Latvia
Pihak berwenang Latvia memastikan bahwa ancaman keamanan tersebut telah berhasil diatasi menyusul jatuhnya objek nirawak di wilayah mereka. Kendati demikian, otoritas setempat belum memberikan keterangan resmi mengenai titik peluncuran maupun asal dari pesawat nirawak tersebut.
Sebelumnya, Angkatan Bersenjata Nasional Latvia sempat mengeluarkan peringatan darurat ancaman udara yang mencakup wilayah munisipalitas Augsdaugava, Preili, Rezekne, dan Balvi.
Warga setempat diimbau untuk berlindung di dalam ruangan serta menerapkan prosedur keamanan mandiri, termasuk menghindari area terbuka dan segera melapor kepada layanan darurat apabila menemukan puing-puing mencurigakan.
Dalam pernyataan susulannya, militer Latvia mengonfirmasi bahwa operasi intersepsi udara yang dijalankan oleh pasukan sekutu telah tuntas dilaksanakan tanpa kendala berarti.
“Jet tempur sekutu telah berhasil menembak jatuh pesawat nirawak yang memasuki wilayah udara! Ancaman telah berakhir,” tulis pernyataan resmi Angkatan Bersenjata Latvia, yang juga berjanji akan mempublikasikan data lanjutan setelah investigasi mendalam selesai.
Konsolidasi Dewan Atlantik Utara
Menyusul rentetan pelanggaran wilayah udara yang melibatkan negara-negara anggota dalam beberapa pekan terakhir, Dewan Atlantik Utara yang beranggotakan perwakilan tetap dari 32 negara sekutu telah menggelar pertemuan khusus.
Forum tingkat tinggi tersebut secara tegas mengecam serangkaian insiden pelanggaran batas teritorial yang dinilai mengancam stabilitas kawasan.
Berdasarkan catatan aliansi, serangkaian insiden keamanan udara sebelumnya meliputi masuknya tiga UAV yang diduga berasal dari Rusia ke wilayah udara Rumania pada rentang 24 hingga 26 Juli, serta insiden rudal jenis Kh-101 yang melintasi wilayah udara Polandia dekat Lublin pada 30 Juli lalu.
Sebagai langkah pencegahan lanjutan di kawasan Baltik dan Nordik, Finlandia turut mengumumkan penerapan pembatasan sementara pada sektor lalu lintas udara dan maritim di bagian timur Teluk Finlandia, menyusul dinamika keamanan regional yang terus berkembang.










