TVRINews – Tokyo, Jepang
Otoritas memperketat pengamanan upacara pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya dengan mengerahkan teknologi kecerdasan buatan serta larangan penggunaan drone.
Pemerintah Jepang mengambil langkah pengamanan berskala besar menjelang perhelatan olahraga regional terbesar di Asia. Sebanyak 10.000 personel kepolisian dikerahkan guna mengamankan jalannya upacara pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September mendatang.
Berdasarkan keterangan resmi Badan Kepolisian Nasional Jepang yang dilansir oleh kantor berita Kyodo News Jumat 11 September 2026, sekitar 3.100 personel di antaranya merupakan satuan khusus yang didatangkan langsung dari berbagai wilayah di seluruh negeri.
Pengerahan masif ini dilakukan mengingat pentingnya acara yang akan dihadiri oleh para delegasi dari berbagai negara peserta, termasuk kontingen dari Korea Utara dan Iran.
Upacara pembukaan tersebut dipusatkan di sebuah stadion atletik di Kota Nagoya. Berdasarkan konfirmasi protokoler, Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako dipastikan akan hadir untuk membuka secara resmi ajang olahraga multi-cabang ini. Namun, Perdana Menteri Sanae Takaichi dijadwalkan tidak menghadiri acara pembukaan tersebut.
Pesta olahraga Asian Games kali ini akan berlangsung hingga 4 Oktober. Ajang ini menjadi momen bersejarah bagi Jepang, karena untuk pertama kalinya kembali menjadi tuan rumah kompetisi multi-cabang tingkat regional di Asia sejak terakhir kali diselenggarakan pada 1994 silam.
Selain kekuatan personel di darat, strategi pengamanan tahun ini turut mengintegrasikan inovasi teknologi modern. Otoritas keamanan Jepang memutuskan untuk memanfaatkan sistem kecerdasan buatan guna memantau potensi kerawanan dan mengelola arus mobilitas massa selama kegiatan berlangsung.
Aspek pengamanan wilayah udara juga menjadi prioritas utama. Kawasan udara dalam radius sekitar satu kilometer dari lokasi stadion utama serta tempat peristirahatan Kaisar dan Permaisuri ditetapkan sebagai zona bebas drone. Kebijakan ini merujuk pada undang-undang baru yang memperketat regulasi pengoperasian pesawat tanpa awak berukuran kecil.
Catatan resmi kepolisian menunjukkan bahwa penerapan hukum yang telah direvisi ini merupakan yang pertama kalinya diberlakukan dalam sebuah agenda kenegaraan yang dihadiri langsung oleh Kaisar Jepang. Langkah ini mencerminkan komitmen penuh pemerintah dalam menjamin keselamatan para tamu negara serta kelancaran jalannya kompetisi internasional tersebut.










