TVRINews – Beijing
Delegasi CEO AS Tiba di Beijing: Fokus pada Ketegangan Ekonomi dan AI
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tiba di Beijing dengan membawa delegasi tingkat tinggi yang terdiri dari para pemimpin korporasi paling berpengaruh di dunia.
Hal ini sebagai upaya Washington untuk menavigasi friksi ekonomi yang semakin kompleks dengan China, terutama di sektor teknologi sensitif dan kecerdasan buatan (AI).
Gedung Putih merilis daftar resmi eksekutif papan atas yang mendampingi Presiden dalam upacara penyambutan di Beijing.
Kehadiran para CEO ini mencerminkan sektor-sektor yang menjadi kunci hubungan dagang kedua negara, mulai dari otomotif listrik hingga industri semikonduktor.
Di antara nama-nama besar yang hadir, tampak Tim Cook dari Apple, Elon Musk (SpaceX dan Tesla), serta Jensen Huang dari Nvidia, yang perusahaannya kini berada di episentrum persaingan teknologi global.
"Saya akan meminta Presiden Xi, seorang pemimpin dengan distingsi luar biasa, untuk 'membuka diri' sehingga orang-orang brilian ini dapat bekerja dengan keajaiban mereka," tulis Trump melalui platform media sosialnya saat mendarat di ibu kota China.
Daftar Delegasi Utama
Berdasarkan Pantau siaran langsung BBC News langsung dari Beijing, berikut adalah jajaran CEO yang menjadi bagian dari delegasi diplomatik kali ini:
• Teknologi & Semikonduktor: Tim Cook (Apple), Jensen Huang (Nvidia), Cristiano Amon (Qualcomm), dan Sanjay Mehrotra (Micron Technology).
• Keuangan & Investasi: David Solomon (Goldman Sachs), Jane Fraser (Citigroup), dan Stephen Schwarzman (Blackstone).
• Industri & Dirgantara: Kelly Ortberg (Boeing) dan Henry Lawrence Culp (GE Aerospace).
• Logistik & Pembayaran: Michael Miebach (Mastercard) dan Ryan McInerney (Visa).
• Lainnya: Elon Musk (Tesla/SpaceX), Brian Sikes (Cargill), serta Jacob Thaysen (Illumina).
Kunjungan ini dilakukan di tengah pengawasan ketat terhadap rantai pasokan global. Keterlibatan tokoh seperti Elon Musk dan Jensen Huang menunjukkan bahwa agenda utama pembicaraan tidak hanya berkisar pada tarif perdagangan, tetapi juga masa depan mobilitas elektrik dan kedaulatan digital.
Seorang pejabat senior pemerintahan menyatakan bahwa lebih banyak CEO diperkirakan akan bergabung dengan delegasi tersebut pada penghujung hari, seiring dengan dimulainya rangkaian pertemuan bilateral yang dijadwalkan berlangsung intensif.










