TVRINews – Teheran
Eskalasi Militer Meningkat Saat Latihan Udara Israel dan Serangan Serangga Nirawak Mengancam Stabilitas Timur Tengah
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan kesiapan untuk melancarkan langkah balasan secara langsung terhadap negara manapun yang melakukan agresi ke wilayahnya. Pernyataan tersebut menyusul penyesuaian doktrin pertahanan nasional yang kini menekankan pendekatan ofensif dan asimetris.
Juru Bicara IRGC, Hossein Mohebi, mengonfirmasi bahwa perubahan strategi ini dirancang untuk merespons dinamika keamanan kawasan yang kian dinamis. Langkah ini berfokus pada efektivitas daya tangkal serta kesiapsiagaan operasional militer Iran.
Di saat bersamaan, laporan media Amerika Serikat menyebutkan puluhan jet tempur Israel baru saja menyelesaikan latihan militer di sepanjang perbatasan barat Iran. Latihan udara berskala besar tersebut dinilai sebagai upaya demonstrasi kekuatan di tengah suhu politik yang memanas.
Menanggapi situasi yang berkembang, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan posisi diplomatik pemerintahannya. Ia menyatakan bahwa Teheran tetap berkomitmen pada upaya penyelesaian damai yang bermartabat, namun di sisi lain memiliki kesiapan penuh untuk mempertahankannya jika kedaulatan negara terancam.
Sementara itu, dampak eskalasi keamanan juga meluas ke wilayah sekitarnya. Pertahanan udara Arab Saudi melaporkan telah menjatuhkan sebuah pesawat nirawak yang mengarah ke fasilitas minyak Aramco di Shaybah. Insiden runtuhnya puing drone tersebut menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya.
Selain insiden di area fasilitas minyak, serangan terpisah yang mengarah ke Bandara Internasional King Fahd di Dammam turut memakan korban jiwa, menyebabkan satu warga sipil tewas serta delapan orang lainnya mengalami luka-luka.










