TVRINews – Athena
Ribuan guru, pelajar, dan pekerja sektor publik menggelar aksi demonstrasi serentak di sejumlah kota besar di Yunani pada Rabu 21 Oktober 2026. Mereka menyerahkan tuntutan peningkatan anggaran pendidikan nasional, pembenahan fasilitas sekolah, serta pengurangan jumlah siswa di dalam kelas
Aksi massa yang berpusat di pusat Kota Athena dan beberapa wilayah sekitarnya ini berjalan tertib di bawah pengawasan ketat aparat keamanan. Kepolisian setempat mencatat sekitar 10.000 peserta mengalir menuju gedung Parlemen Yunani seraya menyuarakan aspirasi terkait hak atas pendidikan publik yang terjangkau.
Demonstrasi serupa turut meluas ke kota-kota lain seperti Thessaloniki, Patras, dan Larissa. Gelombang protes ini mencerminkan dinamika serupa yang tengah melanda beberapa negara Eropa, termasuk Prancis dan Albania, di mana isu krisis biaya hidup dan transparansi tata kelola pemerintahan memicu ketegangan sosial.
Meningkatnya tekanan ekonomi domestik menjadi latar belakang utama aksi tersebut. Meskipun ekonomi Yunani telah keluar dari program bantuan keuangan Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) pada 2018 lalu, penyesuaian anggaran selama satu dekade terakhir masih berdampak pada daya beli masyarakat.
Sejumlah pengamat menilai kondisi gaji yang stagnan, kenaikan tarif energi, serta lonjakan harga sewa hunian di wilayah perkotaan menjadi faktor utama yang memicu keresahan warga, khususnya generasi muda.
"Bertahan hidup di sini sangat sulit; biaya sewa rumah sangat tinggi, sementara ukurannya sangat terbatas. Orang tua kami kesulitan memenuhi kebutuhan sewa, listrik, dan biaya hidup kami," ujar Georgia Foukidou, seorang mahasiswa berusia 21 tahun yang mengikuti aksi di Athena, kepada kantor berita Reuters.
Selain para pelajar, mogok kerja juga dilakukan oleh para guru tingkat dasar dan menengah sebagai bentuk protes terhadap tingkat imbalan kerja dan kekurangan tenaga pengajar profesional. Serikat pekerja sektor publik turut memberikan dukungan moral dalam aksi tersebut.
Menanggapi gelombang aspirasi tersebut, Menteri Pendidikan Yunani Sofia Zacharaki menyatakan bahwa pemerintah memahami poin-poin yang disampaikan oleh para demonstran. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam mengalokasikan anggaran sebesar lebih dari 733 juta euro untuk pembangunan asrama mahasiswa dan perbaikan fasilitas pendidikan secara bertahap.










