TVRINews – Moskow
Moskow diguncang ratusan pesawat nirawak, korban jiwa berjatuhan di berbagai wilayah akibat eskalasi serangan udara malam hari.
Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina kembali mencatat eskalasi tajam setelah kedua negara saling melancarkan gelombang serangan udara masif yang menargetkan fasilitas vital sipil serta infrastruktur logistik.
Berdasarkan laporan otoritas setempat, sedikitnya lima orang dilaporkan tewas akibat serangan rudal dan drone yang menghantam sejumlah wilayah di Ukraina sepanjang sabtu 15 malam hingga menjelang Minggu 16 Agustus 2026 pagi waktu setempat. Di sisi lain, ibu kota Rusia, Moskow, juga menghadapi salah satu serangan drone terbesar dalam sejarah konflik terkini.
Wali Kota Moskow melaporkan bahwa sekitar 600 drone Ukraina diluncurkan menuju wilayah ibu kota dalam serangan malam hari. Gubernur Wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, menggambarkan insiden tersebut sebagai salah satu serangan drone paling masif dalam ingatan belakangan ini.

(sumber: x.com/sesu_ua)
Dampak serangan tersebut memicu kebakaran hebat di sebuah fasilitas penyimpanan milik peritel daring terbesar di Rusia, Wildberries, yang kerap dijuluki sebagai "Amazon-nya Rusia", di Koledino Industrial Park. Para karyawan terpaksa dievakuasi darurat menyusul kobaran api yang membubung tinggi.
Pihak Ukraina menyatakan bahwa fasilitas pergudangan tersebut sah untuk dijadikan target militer karena digunakan sebagai fasilitas logistik pendukung peralatan militer Rusia. Sementara itu, Kremlin dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa platform daring beroperasi murni untuk komersial, meskipun penyelidikan independen mencatat adanya penjualan barang-barang yang dapat digunakan untuk keperluan ganda.
Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur
Dampak gelombang serangan Rusia di Ukraina merata di berbagai kota besar. Di kota Kryvyi Rih, seorang pria berusia 44 tahun ditemukan tewas di bawah reruntuhan bangunan setelah sebelumnya dilaporkan hilang.
Selain itu, satu pekerja pabrik baja tewas dan 14 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang diklaim Moskow menyasar fasilitas produksi komponen senjata.
Dua korban jiwa lainnya dilaporkan di Zaporizhzhia, di mana sebuah rumah warga hancur total akibat hantaman langsung. Di Kyiv, layanan darurat berhasil memadamkan kebakaran di sebuah pasar tradisional yang tersambar puing-puing rudal.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan bahwa enam warga sipil mengalami luka-luka akibat empat gelombang serangan udara berturut-turut. Angka korban jiwa ini menambah duka mendalam setelah sebelumnya seorang warga dilaporkan tewas di Sumy ketika kendaraannya terkena hantaman langsung.
Klaim Militer Kedua Belah Pihak
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa serangan malam itu difokuskan untuk menghancurkan infrastruktur militer strategis Ukraina. Moskow menyebutkan bahwa target di Kyiv meliputi fasilitas FirePoint yang memproduksi suku cadang rudal Flamingo serta pabrik komponen pesawat nirawak.
Selain itu, militer Rusia mengklaim telah menghantam kilang minyak Kremenchuk di wilayah Poltava yang berfungsi memasok bahan bakar bagi militer Ukraina, serta menenggelamkan sebuah kapal kargo kering di dekat pelabuhan Odesa yang diduga membawa muatan perlengkapan militer.
Kendati demikian, militer Ukraina mengklaim berhasil melumpuhkan sebagian besar ancaman udara musuh dengan menembak jatuh tiga rudal jelajah dan hampir 100 drone penyerang. Hingga berita ini diturunkan, alarm peringatan serangan udara masih terus meraung di berbagai wilayah utama Ukraina, menandakan situasi keamanan yang belum mereda.










