TVRINews - ISLAMABAD
_Pakistan sebut India lakukan agresi terbuka dengan rudal yang menyerang Pangkalan Nur Khan, Murid, dan Shorkot—mayoritas berhasil dicegat sistem pertahanan udara._
Ketegangan antara dua negara bersenjata nuklir, Pakistan dan India, meningkat tajam setelah militer Pakistan menuduh India menembakkan rudal dari jet tempurnya ke tiga pangkalan militer Pakistan pada Sabtu (19/5) dini hari. Juru bicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, menyebut tindakan India sebagai "agresi telanjang" yang tidak akan dibiarkan begitu saja.
“India, dengan agresi telanjang, telah menyerang menggunakan rudal. Pangkalan Nur Khan, Murid, dan Shorkot menjadi target,” kata Chaudhry dalam siaran langsung di televisi pemerintah Pakistan. Ia menambahkan bahwa sebagian besar rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Pakistan.
Pangkalan udara Nur Khan, yang terletak di Rawalpindi dan dekat dengan ibu kota Islamabad, disebut sebagai salah satu lokasi paling vital karena berdekatan dengan markas besar militer Pakistan. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan kobaran api dan asap mengepul di langit malam, diiringi suara warga yang menyebut serangan terjadi sesaat setelah jet tempur terbang rendah.
Pakistan mengancam akan melakukan pembalasan atas serangan tersebut. “Sekarang tinggal tunggu respons kami,” ujar Chaudhry tegas pada siaran persnya
Mengutip The Guardian, Serangan ini terjadi beberapa jam setelah India menuduh Pakistan meluncurkan gelombang serangan drone ke berbagai kota, pangkalan militer, dan tempat ibadah di India utara pada Kamis malam hingga Jumat dini hari. Menurut India, lebih dari 400 drone dikerahkan Pakistan dan menyerang wilayah Kashmir, Rajasthan, Punjab, hingga Gujarat. India mengklaim berhasil mencegat sebagian besar drone tersebut dan membalas dengan empat serangan drone ke infrastruktur pertahanan Pakistan.
Dalam konferensi pers pada Jumat (9/5) , Sekretaris Luar Negeri India, Vikram Misri, menuduh drone Pakistan telah menyerang gurdwara (tempat ibadah Sikh), gereja Kristen, dan melukai warga sipil. “Menyerang kuil, gurdwara, dan biara adalah tindakan keji baru dari Pakistan,” katanya.
Namun Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, membantah tuduhan tersebut dan menyebut pernyataan India "tidak berdasar dan menyesatkan". Ia menegaskan bahwa Pakistan tidak melakukan aksi ofensif di wilayah Kashmir yang dikuasai India maupun wilayah India lainnya.
Meski demikian, seorang pejabat keamanan Pakistan menyatakan bahwa serangan drone yang diluncurkan pada Kamis (8/5) malam hanya merupakan "pemanasan" sebelum serangan balasan besar yang direncanakan. “Saat kami benar-benar membalas, semua orang akan tahu,” ucapnya.
Konflik ini bermula dari serangan mematikan yang menewaskan 25 wisatawan Hindu dan seorang pemandu di Kashmir India akhir bulan lalu. India membalas dengan serangan rudal ke sembilan lokasi di Pakistan pada Rabu, yang menewaskan 31 orang. Pakistan menyebut aksi itu sebagai "tindakan perang".
Dalam pernyataan terbaru, militer Pakistan mengungkap bahwa mereka mengerahkan lebih dari 100 pesawat untuk menghadapi serangan udara India dan terlibat dalam pertempuran udara selama satu jam. Mereka juga mengklaim berhasil menembak jatuh lima jet tempur India dengan sistem pertahanan udara berbasis darat dan senjata buatan Tiongkok. Belum ada tanggapan resmi dari India terkait klaim tersebut, meski puing-puing jet, termasuk satu jet tempur Rafale buatan Prancis ditemukan di wilayah Kashmir dan Punjab India.
Situasi ini menambah kekhawatiran dunia akan potensi pecahnya perang terbuka antara dua kekuatan nuklir Asia Selatan. Komunitas internasional pun mulai mendesak kedua negara untuk menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut.










