TVRINews – Baijing
Xi Jinping Berikan Akses Khusus ke Lokasi Paling Rahasia di China.
Di tengah suasana asri taman Zhongnanhai, sebuah kompleks kepemimpinan yang biasanya tertutup rapat bagi publik dan tamu mancanegara, Presiden China Xi Jinping memberikan sebuah gestur diplomasi yang sarat makna bagi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam sebuah momen santai yang terekam kamera saat keduanya berjalan menyusuri area taman, Trump melontarkan pertanyaan mengenai eksklusivitas lokasi tersebut.
Ia penasaran apakah pemimpin negara lain, baik presiden maupun perdana menteri, juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengunjungi jantung kekuasaan China tersebut.
"Sangat sedikit," jawab Xi melalui penerjemah, sebagaimana dikutip dari rekaman percakapan resmi tersebut.
"Kami biasanya tidak mengadakan acara diplomatik di sini. Bahkan setelah kami mulai membukanya untuk beberapa agenda, frekuensinya masih sangat jarang."
Simbol Kedekatan Strategis
Xi Jinping kemudian memberikan contoh spesifik mengenai siapa saja yang pernah menginjakkan kaki di sana. Ia menyebutkan nama Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai salah satu dari sedikit pemimpin dunia yang pernah beberapa kali berkunjung ke Zhongnanhai dalam lawatan sebelumnya ke China.
Mendengar penjelasan tersebut, Trump merespons dengan singkat namun penuh antusias. "Bagus. Saya menyukainya," ujar Trump, yang tampak menghargai perlakuan istimewa tersebut sebagai bentuk penghormatan tinggi dari tuan rumah.
Pernyataan Xi mengenai "kelangkaan" akses ke Zhongnanhai ini menjadi sinyal penting dalam bahasa diplomasi Beijing.
Hal ini menunjukkan upaya China untuk membangun hubungan personal yang lebih dalam dengan pemimpin Amerika Serikat, meskipun kedua negara seringkali terlibat dalam ketegangan perdagangan dan isu keamanan global.
Menariknya, tepat saat kedua pemimpin melakukan pertemuan bilateral pada Kamis waktu setempat, Moskow secara resmi mengumumkan rencana kunjungan lanjutan Vladimir Putin ke China dalam waktu dekat. Pengumuman ini mempertegas dinamika segitiga kekuatan dunia antara Beijing, Washington, dan Moskow.
Bagi para pengamat internasional, jamuan di Zhongnanhai bukan sekadar jalan-jalan sore. Ini adalah instrumen "diplomasi personal" yang digunakan Xi Jinping untuk menegaskan posisi China sebagai kekuatan global yang setara, sembari mempertahankan sisi misterius dan prestisius dari pusat kepemimpinannya.










