TVRINews – Seoul, Korea Selatan
Komitmen bersama kembali digaungkan di sela forum internasional menyikapi dinamika keamanan di Semenanjung Korea.
Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang kembali menyuarakan komitmen kolektif mereka terhadap denuklirisasi menyeluruh di Korea Utara. Kesepakatan tersebut dicapai di sela-sela rangkaian pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri G20 yang berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat Jumat – Sabtu (30-31) Oktober 2026.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio bersama Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun dan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menegaskan kembali pendirian teguh tersebut pada hari Jumat, di tengah spekulasi yang berkembang mengenai peluang dialog nuklir antara Washington dan Pyongyang.
Berdasarkan keterangan resmi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, ketiga sekutu ini juga berikrar untuk mengawal kepatuhan penuh terhadap seluruh resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Komitmen itu mencakup penegakan larangan pendanaan yang dapat menopang program pengembangan senjata nuklir serta peluru kendali Pyongyang.
Langkah diplomatik ini mengemuka manakala Korea Utara tetap mempertahankan posisinya di tengah sinyal keterbukaan dialog dari kepemimpinan Amerika Serikat. Desas-desus mengenai potensi pertemuan tingkat tinggi kian menguat menjelang penyelenggaraan KTT APEC di Tiongkok, di mana Presiden AS Donald Trump kerap menyampaikan sinyal positif untuk membuka kembali komunikasi dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
Di sisi lain, dinamika geopolitik regional turut diwarnai oleh berbagai pandangan strategis. Sejumlah pengamat mencatat bahwa Seoul di bawah kepemimpinan Presiden Lee Jae Myung sebelumnya sempat melontarkan gagasan agar Washington mempertimbangkan pendekatan pembekuan program nuklir sebagai langkah awal peninjauan sanksi, kendati opsi tersebut memicu perdebatan di kalangan pengamat internasional mengenai efektivitas jangka panjangnya.
Sementara itu, Pyongyang terus memperkuat landasan hukum status negaranya sebagai kekuatan pemilik senjata nuklir. Pemerintah Korea Utara baru-baru ini juga mengecam keras pernyataan bersama dari aliansi internasional yang mengawasi penerapan sanksi terhadap negara tersebut, serta menegaskan bahwa tekanan eksternal tidak akan mengubah posisi strategis pertahanan mereka.









