TVRINews – India
Tim penyelamat gabungan dikerahkan ke lokasi pegunungan terpencil di Uttarakhand setelah sebuah helikopter yang mengangkut enam orang jatuh di tengah cuaca buruk.
Operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran saat ini tengah berlangsung di wilayah pegunungan Uttarakhand, India utara, menyusul insiden kecelakaan helikopter yang membawa enam orang penumpang.
Pesawat nirniaga tersebut dilaporkan jatuh di dekat sebuah perkampungan di kawasan Joshimath, Kabupaten Chamoli, pada Jumat 30 Oktober 2026 sore waktu setempat setelah sebelumnya lepas landas dari situs ziarah Hindu, Badrinath.
Kepala Menteri Uttarakhand, Pushkar Singh Dhami, menyatakan bahwa otoritas setempat telah mengerahkan tim darurat ke lokasi kejadian yang berada di medan terjal. Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan, status serta kondisi pasti para korban di dalam helikopter masih belum dapat dipastikan.
"Saya terus memantau seluruh perkembangan insiden ini secara langsung," ujar Dhami, sebagaimana dihimpun dari keterangan resmi pemerintah daerah. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan evakuasi medis udara secepatnya bagi korban yang mengalami luka serius.
Berdasarkan keterangan awal, insiden nahas ini terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut, ditandai oleh curah hujan lebat serta jarak pandang yang sangat terbatas.
Sebelumnya, Departemen Meteorologi India telah mengeluarkan peringatan dini berupa status siaga oranye (orange alert) untuk kawasan itu, yang mencakup potensi badai petir, hujan es, serta embusan angin kencang.
Wilayah Uttarakhand yang berbatasan langsung dengan Tiongkok dan Nepal dikenal sebagai pusat spiritual penting yang menaungi berbagai kuil suci umat Hindu. Badrinath sendiri merupakan salah satu dari empat destinasi utama dalam jalur ziarah Char Dham, selain Kedarnath, Gangotri, dan Yamunotri.
Tingginya minat umat untuk menghindari jalur darat yang curam membuat layanan transportasi udara komersial semakin diminati para peziarah dalam beberapa tahun terakhir.
Kendati demikian, rekam jejak keselamatan penerbangan di jalur ziarah Himalaya ini kerap menjadi sorotan menyusul rentetan insiden kecelakaan yang terjadi sebelumnya. Pada Juni 2025, sebuah kecelakaan helikopter di dekat Kedarnath merenggut nyawa tujuh orang, menyusul insiden serupa pada Oktober 2022 di jalur ziarah yang sama.
Deretan musibah tersebut sebelumnya telah mendorong otoritas penerbangan sipil setempat untuk memperketat standar pemeriksaan kelayakan serta membatasi sejumlah operasional penerbangan komersial di wilayah rawan cuaca ekstrem.










