TVRINews – Riyard
Koalisi pimpinan Saudi berhasil mencegat wahana nirawak di wilayah Makkah, menyusul eskalasi ketegangan lintas batas yang melibatkan kelompok Houthi di Yaman.
Eskalasi militer di kawasan Semenanjung Arab kembali memanas menyusul tindakan represif udara yang dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Otoritas pertahanan regional mengonfirmasi keberhasilan dalam melumpuhkan sebuah proyektil nirawak yang memasuki teritorial udara strategis,
Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis pada hari Jumat 30 Oktober 2026, satuan tugas koalisi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah unit drone di kawasan Makkah. Insiden tersebut terjadi hanya berselang satu hari setelah serpihan misil yang berhasil dicegat dilaporkan menimbulkan korban luka ringan serta kerusakan material di ibu kota Riyadh.
Juru bicara koalisi, Kolonel Turki al-Maliki, menyatakan bahwa wahana terbang tanpa awak tersebut diluncurkan oleh kelompok milisi Houthi yang berbasis di Yaman. Pihaknya menegaskan bahwa tindakan antisipatif tersebut diambil guna melindungi keselamatan warga sipil serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah situs suci umat Islam.
Di sisi lain, pihak gerakan bersenjata Houthi di Yaman secara tegas membantah keterlibatan mereka dalam insiden penyerangan udara tersebut. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, melalui pernyataan resminya di media sosial, menepis klaim yang disampaikan oleh pihak koalisi pimpinan Saudi.
Saree menegaskan bahwa militer Yaman tidak melancarkan operasi militer apapun ke arah wilayah strategis Arab Saudi pada hari yang bersangkutan. Ia menilai narasi pencegatan drone di wilayah udara Makkah sebagai klaim sepihak yang tidak berdasar, seraya menambahkan bahwa target operasi militer mereka selama ini berfokus pada infrastruktur strategis dan fasilitas militer tertentu.
RBerdasarkan pantauan Jurnalis AFP, rangkaian peristiwa ini merupakan bagian dari siklus panjang konflik bersenjata yang telah melanda Yaman sejak akhir tahun 2014, ketika kelompok Houthi mengambil alih kendali ibu kota Sanaa. Situasi kemanan semakin kompleks menyusul intervensi militer koalisi pimpinan Saudi yang memberikan dukungan penuh kepada pemerintah sah Yaman sejak Maret 2015.
Hingga berita ini diturunkan, peningkatan frekuensi serangan lintas batas menggunakan teknologi nirawak dan misil balistik terus menjadi ancaman serius bagi keamanan regional, di tengah upaya komunitas internasional untuk mendorong dialog damai secara berkelanjutan










