
Sidang Majelis Umum PBB: Indonesia Serukan Aksi Nyata Hentikan Kekerasan di Gaza
Penulis: Intan Kw
TVRINews, New York
Indonesia menyerukan untuk segera melakukan aksi nyata guna menghentikan kekerasan di Gaza dalam Sidang Majelis Umum (SMU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di New York, Amerika Serikat.
Desakan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dalam pertemuan darurat SMU PBB yang membahas aksi ilegal Israel di wilayah pendudukan Palestina.
Tidak hanya atas nama seorang Menteri Luar Negeri, tapi juga atas nama seorang perempuan, seorang ibu dan seorang nenek, Retno meminta agar kekerasan di Gaza dapat segera dihentikan, warga sipil dapat dilindungi, dan bantuan kemanusiaan dapat segera diberikan. Retno juga meminta negara anggota PBB untuk menggunakan hati demi membela keadilan dan kemanusiaan.
Baca Juga: Desak Hentikan Perang di Gaza, Indonesia Pertanyakan Tanggung Jawab DK PBB
“Sudah tak terhitung berapa kali kita berdiri di aula ini untuk mengurangi penderitaan saudara-saudari kita di Palestina. Tak terhitung berapa kali kita mengadakan pertemuan darurat SMU PBB mengenai nasib rakyat Palestina. Namun tak terhitung pula berapa kali harapan kita pupus karena kepentingan politik sempit,” kata Retno seperti keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Jumat, 27 Oktober 2023.
Retno mengatakan, dunia seolah menolak melihat kenyataan terjadinya petaka di Gaza. Padahal sampai hari ini serangan dan pembantaian di Gaza masih terus berlanjut. Di tengah bencana ini, sangat disayangkan DK PBB gagal mengambil langkah yang diperlukan.
Untuk itu, lanjut Retno, SMU PBB harus dapat menjalankan peran yang gagal dijalankan oleh DK PBB. SMU PBB harus membuktikan bahwa penduduk PBB menjunjung tinggi martabat dan nyawa manusia.
“Kehadiran saya di sini adalah untuk membela kemanusiaan. Indonesia mengutuk sekerasnya kekerasan yang dilakukan Israel terhadap Palestina, termasuk serangan terhadap rumah sakit dan tempat ibadah di Gaza. Pembunuhan, penculikan, dan hukuman kolektif atas warga sipil tanpa pandang bulu harus dikecam karena tidak manusiawi dan melanggar hukum internasional,” tutur Retno.
Baca Juga: Rumah Sakit di Gaza Kehabisan Cadangan Bahan Bakar
Editor: Redaktur TVRINews
