TVRINews – Kyiv
Serangan drone jarak jauh Kyiv menyasar infrastruktur energi Moskow sejauh 700 kilometer untuk menekan kapasitas ekspor dan logistik perang.
Pasukan Ukraina melancarkan serangan udara jarak jauh yang membidik target-target terkait kilang minyak Yaroslavl di wilayah Rusia. Fasilitas energi tersebut terletak sekitar 700 kilometer dari perbatasan wilayah Ukraina.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengonfirmasi bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari strategi terintegrasi menggunakan pesawat tanpa awak (drone) jarak jauh. Fokus utama operasi ini adalah melemahkan aset pemurnian dan ekspor minyak yang menjadi penyokong ekonomi serta logistik militer Rusia.
"Kami membawa perang ini kembali ke tempat asalnya ke Rusia dan itu adalah hal yang adil," ujar Zelenskyy melalui pernyataan resmi di platform media sosial X, Jumat 22 Mei 2026.
Laporan mengenai serangan siber dan fisik terhadap infrastruktur energi ini disampaikan langsung oleh Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi.
Selain menyasar wilayah kedaulatan Rusia, Zelenskyy menambahkan bahwa militer Ukraina juga menghantam sejumlah target militer di wilayah Ukraina yang saat ini masih berada di bawah pendudukan sementara pasukan Moskow.
Strategi Sanksi Jarak Jauh
Pemerintah Kyiv kini tengah mempersiapkan mekanisme sanksi jarak jauh dalam bentuk lain, termasuk rencana serangan jarak menengah, sebagai respons atas rangkaian serangan udara Rusia yang terus membidik kota-kota dan permukiman warga di Ukraina.
Berdasarkan analisis data yang dipaparkan pihak Kyiv, intensitas serangan drone Ukraina sejak awal tahun terbukti memberikan dampak linier pada sektor energi Moskow.
Sanksi mandiri lewat operasi udara ini diklaim berhasil mereduksi operasional sumur minyak aktif dan memangkas kapasitas produksi kilang Rusia hingga sedikitnya 10 persen pada bulan-bulan pertama tahun ini.
"Kami melihat bahwa sanksi jarak jauh yang kami terapkan terbukti efektif, dan kami akan terus meningkatkan skala dari tindakan aktif ini," tegas Zelenskyy dalam rilis resminya.
Eskalasi di Lini Depan
Di samping operasi udara di luar perbatasan, dinamika pertempuran di garis depan (frontline) juga dilaporkan berjalan intens. Pihak militer Ukraina mengklaim bahwa akumulasi kerugian di pihak Rusia sejak awal tahun 2026 telah menembus angka 145.000 personel, yang mencakup korban jiwa, cedera serius, serta ratusan prajurit yang ditawan.
Kendati angka estimasi korban di medan perang sulit diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga, Kyiv menegaskan bahwa tekanan di wilayah perbatasan, khususnya di wilayah Sumy, tetap berjalan sesuai rencana taktis.
Apresiasi khusus diberikan kepada unit operator pesawat tanpa awak serta Pasukan Serbu Lintas Udara (Airborne Assault Forces) yang menjadi motor penggerak dalam presisi serangan beberapa waktu terakhir. Hingga berita ini diturunkan, Moskow belum memberikan pernyataan resmi terkait skala kerusakan yang terjadi di fasilitas Yaroslavl.










