TVRINews – Washington
Katie Zacharia Resmi Diberhentikan Hanya Lima Hari Setelah Menjabat Usai Sorotan Konferensi Pers dan Kontroversi Kualifikasi Hukum
Jabatan Katie Zacharia sebagai Juru Bicara Gedung Putih resmi berakhir hanya lima hari setelah ia menduduki posisi tersebut. pemberhentian ini menjadi sorotan publik terhadap kinerjanya pada konferensi pers perdana serta persoalan kualifikasi latar belakang hukum yang dimilikinya.
Zacharia mengonfirmasi pengunduran dirinya melalui pernyataan tertulis di media sosial pada Jumat 16 Oktober 2026 malam. Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump dan menyatakan rasa bangganya atas kesempatan bertugas di lingkungan istana kepresidenan AS.
"Presiden Trump adalah sosok yang baik, luar biasa, dan bekerja keras. Merupakan suatu kehormatan untuk dapat bekerja bagi beliau," tulis Zacharia dalam pernyataan resminya yang dikutip The Guardian.
Sebelum diangkat sebagai juru bicara utama kepresidenan, Zacharia dikenal publik sebagai pengamat politik konservatif. Namun, penampilannya dalam sesi pengarahan media berdurasi 14 menit pada Selasa lalu memicu kritik meluas dari para wartawan Gedung Putih.
Dalam sesi yang menjadi satu-satunya konferensi pers selama masa jabatannya tersebut, Zacharia terlihat beberapa kali kesulitan menyampaikan poin-poin capaian pemerintah. Selain itu, ia hanya menjawab pertanyaan dari tiga outlet media sebelum meninggalkan mimbar, yang memicu keheranan di antara para awak media pers kepresidenan.
Sorotan publik semakin menguat setelah beredar laporan mengenai latar belakang pendidikannya. Meskipun lulus dari fakultas hukum Pepperdine University di California, Zacharia mengonfirmasi bahwa dirinya tidak lulus ujian advokat (bar exam). Pernyataan ini menjadi perdebatan karena dalam pengumuman resmi pengangkatannya oleh Gedung Putih, ia diperkenalkan sebagai seorang pengacara (attorney).
Tekanan terhadap posisi Zacharia memuncak ketika Presiden Trump secara terbuka memberi isyarat mengenai kelanjutan perannya di Gedung Putih. Saat berbicara kepada wartawan di luar Gedung Putih pada Jumat pagi, Trump mengaku telah meminta Zacharia untuk mempertimbangkan kembali jabatannya.
"Saya katakan kepadanya: 'Apakah posisi ini tepat untukmu, Katie? Karena secara jujur, kamu tidak harus mengambil beban ini.' Saya menyarankannya untuk mempertimbangkan kembali hal tersebut," ujar Trump kepada wartawan.
Upaya Zacharia untuk memberikan klarifikasi melalui serangkaian wawancara media, termasuk dengan saluran televisi Fox News, tidak mampu meredakan kritik publik. Dalam wawancara pada Kamis malam, ia bergeming bahwa keterbatasan waktu persiapan menjadi kendala utama dalam menjalankan tugas utamanya.
Keputusan pemberhentian ini menuntut pemerintah AS untuk kembali mengisi posisi krusial dalam komunikasi publik kepresidenan, di tengah dinamika politik Washington yang terus berkembang menjelang pemilu sela.










