TVRINews – Paris, Prancis
Polisi mengamankan 780 orang menyusul bentrokan berdarah dan aksi perusakan toko di sejumlah kota pascakemenangan Paris Saint-Germain.
Pihak berwenang Prancis menahan setidaknya 780 orang menyusul bentrokan hebat yang pecah di Paris dan beberapa kota lainnya. Kerusuhan ini menodai perayaan kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) atas Arsenal dalam laga final Liga Champions.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, mengonfirmasi bahwa 57 personel kepolisian mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Sebagian besar petugas menderita luka ringan setelah kelompok suporter radikal menyalakan api, merusak pertokoan, bahkan mencoba menyerang sebuah kantor polisi di Paris.
Dalam konferensi pers yang digelar pada hari Minggu 31 Mei 2026, Nuñez menyatakan bahwa situasi secara umum telah berhasil dikendalikan oleh aparat keamanan.
"Sebagian besar perayaan berlangsung dengan damai di seluruh penjuru ibu kota," ujar Nuñez.
Ia menambahkan bahwa titik kerusuhan utama terkonsentrasi di kawasan Champs-Élysées dan sekitar Stadion Parc des Princes, tempat puluhan ribu pendukung berkumpul untuk menyaksikan pertandingan.
Skala Kerusakan dan Tindakan Hukum
Menurut pemaparan otoritas setempat, insiden serupa juga terjadi di sekitar 15 kota lain di luar Paris, meski dengan skala kerusakan yang lebih kecil, seperti satu atau dua toko yang menjadi korban vandalisme. Dari total 780 orang yang diamankan di seluruh negeri, 480 di antaranya ditangkap di wilayah metropolitan Paris.
Kejaksaan Paris melaporkan bahwa 277 orang kini telah resmi berada dalam penahanan kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, terdapat 82 anak di bawah umur. Dakwaan yang dijatuhkan meliputi:
• Penyerangan terhadap petugas kepolisian.
• Tindakan pencurian dan penjarahan.
• Perusakan fasilitas publik.
• Tindakan yang mengganggu ketertiban umum.
Selain kerusuhan, sebuah insiden kecelakaan lalu lintas serius juga dilaporkan terjadi ketika seorang pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya dan menabrak area teras sebuah restoran. Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang terluka, dengan satu korban di antaranya dalam kondisi kritis.
Pengamanan Ketat Ditengah Sejarah Kemenangan
Guna mengantisipasi potensi gesekan, Prancis sebenarnya telah mengerahkan 22.000 personel kepolisian di ibu kota. Langkah preventif ini berkaca pada insiden tahun lalu, di mana dua orang tewas dan hampir 200 lainnya terluka saat PSG merayakan trofi Liga Champions pertama mereka setelah menumbangkan Inter Milan.

(Seorang pendukung PSG menembakkan kembang api di Avenue Foch. (Foto: Kenzo Tribouillard/AFP))
Kemenangan PSG kali ini diraih secara dramatis melalui adu penalti melawan Arsenal di Puskas Arena, Budapest. Lebih dari 40,000 suporter menyaksikan laga tersebut melalui layar raksasa di Parc des Princes sebelum akhirnya situasi berubah menjadi mencekam menjelang tengah malam.
Berdasarkan laporan visual dari saluran berita BFM, beberapa kelompok suporter tampak menembakkan kembang api ke arah barisan polisi, yang kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata.
Di beberapa sudut jalan, terlihat sepeda listrik dibakar di tengah kepulan asap, sementara aparat kepolisian dengan perlengkapan anti-huru-hara lengkap berusaha membubarkan massa.
Kendati sempat diwarnai kericuhan, Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez menegaskan bahwa agenda perayaan resmi tim yang berlangsung di Champ de Mars, dekat Menara Eiffel, tetap berjalan sesuai rencana. Skuad PSG juga menghadiri resepsi kehormatan bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée.










