TVRINews, London
Pasca Keir Starmer mengundurkan diri, Andy Burnham resmi dilantik sebagai anggota parlemen dan bersiap memimpin Partai Buruh.
Lanskap politik Inggris mengalami guncangan signifikan setelah Keir Starmer secara resmi menyatakan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh. Dalam sebuah pidato emosional di luar Kantor Perdana Menteri (Downing Street), Starmer menegaskan keputusannya diambil demi memprioritaskan keluarga. Ia menyatakan keinginannya untuk menjadi "ayah terbaik bagi anak-anaknya."
Di tengah transisi kekuasaan ini, Andy Burnham resmi dilantik pada Senin 22 Juni 2026 waktu setempat sebagai Anggota Parlemen (MP) untuk Makerfield. Tak berselang lama setelah pelantikannya, Burnham mengonfirmasi langkah strategisnya untuk maju sebagai kandidat utama pengganti Starmer.
Langkah Burnham mendapatkan momentum setelah ia memperoleh dukungan terbuka dari mantan Menteri Kesehatan, Wes Streeting. Sebelumnya, Streeting sempat digadang-gadang akan ikut bertarung dalam pemilihan kepemimpinan ini, terutama setelah ia menyatakan mundur dari kabinet Starmer bulan lalu.
Namun, dengan adanya kesepakatan dukungan ini, peta persaingan internal Partai Buruh tampak berubah drastis.
Koresponden politik, Henry Zeffman, dalam analisisnya untuk BBC, menilai bahwa kontestasi ini berpotensi berakhir sebelum benar-benar dimulai. Dukungan dari tokoh kunci seperti Streeting memperkuat posisi Burnham sebagai kandidat tunggal yang paling mungkin diterima oleh faksi-faksi dalam partai.
Menanggapi kekosongan kepemimpinan tersebut, Starmer menegaskan akan tetap menjabat sebagai Perdana Menteri hingga penggantinya resmi terpilih. Proses transisi ini ditargetkan selesai paling lambat saat parlemen kembali bersidang pada September mendatang.
"Proses ini bisa berlangsung lebih cepat apabila seluruh elemen Partai Buruh sepakat mengusung satu kandidat tunggal tanpa melalui kontestasi panjang," ungkap pernyataan resmi pihak terkait.










