TVRINews – Oman
Serangan Udara AS Picu Balasan Rudal Teheran di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas menyusul pertukaran serangan langsung antara Amerika Serikat dan Iran. Insiden ini menandai eskalasi militer pertama dalam sebulan terakhir, memicu kekhawatiran global akan stabilitas jalur energi vital dunia.
Konfrontasi bermula ketika militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara yang menargetkan peluncur roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz. Langkah tersebut diambil Washington setelah pejabat pertahanan AS menyatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tengah bersiap menebar ranjau laut di jalur pelayaran sempit tersebut.
Televisi pemerintah Iran melaporkan sebuah supertanker mengalami kebakaran hebat dan lumpuh total setelah menghantam dua ranjau laut di selatan Selat Hormuz. IRGC dalam pernyataan resminya mengklaim kapal tersebut berupaya melintas secara ilegal dan memperingatkan bahwa setiap pelanggaran keamanan akan menghadapi konsekuensi serupa.
Sebagai bentuk aksi balasan, IRGC mengonfirmasi telah meluncurkan serangan rudal balistik yang menargetkan dua pangkalan udara militer AS di Yordania. Sementara itu, militer Yordania menyatakan berhasil mencegat delapan rudal di wilayah udaranya tanpa merinci asal peluncuran.
Di sisi lain, Teheran juga dilaporkan mengincar personel militer AS di sebuah pangkalan udara di Uni Emirat Arab, sementara klaim terpisah menyebutkan infrastruktur energi Iran di Pulau Kharg turut mengalami kerusakan berat.
Di tengah memanasnya situasi militer, dinamika politik regional turut bergejolak. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dalam pesan tertulisnya mengecam Amerika Serikat dan Israel sebagai musuh bersama umat Islam. Ia menyerukan kepada para pemimpin negara Muslim untuk bersatu mengenali ancaman strategis tersebut.
Langkah diplomatik dan ekonomi internasional pun langsung digerakkan. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dijadwalkan memperketat upaya isolasi ekonomi terhadap Iran dalam pertemuan para menteri keuangan G20 pekan ini.
Di tempat terpisah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), di mana ia diagendakan melakukan pembicaraan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.









