Kyiv — Serangan udara Rusia yang terjadi baru-baru ini telah menyebabkan sedikitnya lima warga sipil tewas di ibu kota Kyiv, dengan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka di wilayah Kyiv, Kharkiv, hingga Odesa.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa secara keseluruhan terdapat 180 lokasi di seluruh negeri yang mengalami kerusakan, termasuk lebih dari 50 gedung permukiman warga yang terdampak langsung oleh serangan tersebut.

(sumber: X/NOELreports)
Saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus diintensifkan di distrik Darnytskyi, Kyiv, guna menemukan lebih dari sepuluh orang yang dilaporkan masih hilang di bawah reruntuhan bangunan.
Ketegangan semakin meningkat setelah dua pesawat nirawak atau drone FPV Rusia dilaporkan menyerang kendaraan kantor kemanusiaan PBB (UN OCHA) dalam sebuah misi di Kherson.
Meski kendaraan tersebut membawa sembilan staf termasuk kepala kantor kemanusiaan tersebut, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini dan seluruh personel telah berhasil dievakuasi. Guna menangani dampak kehancuran di berbagai wilayah, pemerintah Ukraina telah mengerahkan lebih dari 1.500 personel gabungan yang terdiri dari petugas layanan darurat dan kepolisian.
Di sektor pertahanan, militer Ukraina berhasil mencapai tingkat intersepsi lebih dari 93 persen terhadap rudal dan drone yang diluncurkan, meskipun ancaman rudal balistik diakui masih menjadi tantangan yang paling sulit dihadapi.
Zelenskyy mendesak komunitas internasional untuk tetap mempertahankan sanksi global dan memberikan tekanan maksimal agar Moskow merasakan konsekuensi dari tindakan mereka. Ia menekankan pentingnya akuntabilitas Rusia atas perang ini dan meminta dunia untuk tidak tinggal diam dalam mendukung Ukraina menghadapi teror tersebut.
Sumber: X/ZelenskyyUa (Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy)









