TVRINews – Caracas, Venezuela
Tim SAR internasional bergerak cepat evakuasi korban reruntuhan
Upaya penyelamatan skala besar tengah berlangsung di sepanjang pesisir utara Venezuela pasca-serangan gempa kembar berkekuatan besar yang meluluhlantakkan bangunan dan infrastruktur.
Otoritas setempat hingga kamis 25 Juni 2026 malam waktu setempat, mengonfirmasi sedikitnya 235 orang meninggal dunia, dengan kekhawatiran angka korban jiwa akan terus meningkat seiring upaya evakuasi yang masih berjalan.
Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 skala Richter mengguncang wilayah tersebut pada Rabu sore dengan selang waktu kurang dari 40 detik.

(Sebuah mobil tertimbun reruntuhan bangunan pasca gempa di Caraballeda, negara bagian La Guaira. (Foto: Jose Alberto Gallipoli Lameda/Reuters))
Guncangan dahsyat ini menyebabkan Bandara Internasional Simón Bolívar di dekat ibu kota, Caracas, mengalami kerusakan struktural berat, yang menghambat masuknya bantuan logistik utama.
Merespons krisis ini, Amerika Serikat dan sejumlah negara lain telah memobilisasi tim pencarian dan pertolongan (search and rescue). Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa Departemen Pertahanan AS telah diperintahkan untuk mendukung penyebaran tim spesialis ke lokasi terdampak.

(Warga berlindung saat gempa mengguncang Bandara Internasional Simón Bolívar di Maiquetía, Venezuela. (Foto: Wilmer Azuaje/ via The Guardian))
"Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pencarian dan penyelamatan. Terdapat banyak bangunan runtuh dan mereka memerlukan bantuan besar untuk melakukan ekskavasi," ujar Rubio kepada awak media.
Ia menekankan bahwa 72 jam pertama merupakan periode emas yang kritis untuk menyelamatkan nyawa mereka yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Kondisi di "Titik Nol"
Wilayah La Guaira, Catia La Mar, dan Caraballeda menjadi zona dengan kerusakan terparah. Rekaman udara menunjukkan pemandangan tragis di mana deretan blok apartemen dan resor tepi pantai rata dengan tanah.

(Reruntuhan bangunan di La Guaira, Venezuela. (Foto: Maxwell Briceno/Via The Guardian))
Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, dalam siaran televisi nasional, telah menetapkan wilayah La Guaira sebagai zona bencana. Ia menyebut peristiwa ini sebagai fenomena seismik yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Kami terlibat dalam tugas evakuasi yang sangat berat dengan harapan dapat menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin," tutur Rodríguez. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas solidaritas internasional yang mengalir, seraya menegaskan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat di masa sulit ini.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melalui kepala badan kemanusiaan Ocha, Tom Fletcher, menyatakan komitmen penuh untuk menyalurkan dukungan. "Kami sedang melakukan mobilisasi penuh. Kami akan meningkatkan jumlah personel dan solidaritas, terutama dalam dukungan pencarian dan penyelamatan," tegasnya.










