TVRINews – Washinton DC
Eskalasi Timur Tengah Berlanjut, Militer AS Perbarui Status Prajurit yang Hilang dalam Serangan Pangkalan Udara Yordania
Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, mengonfirmasi bahwa seorang prajurit Amerika Serikat yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam serangan musuh di sebuah pangkalan militer di Yordania kini diyakini tewas dalam tugas.
"Sersan Angel S. Rampersad, 28, asal Ozone Park, New York, diyakini telah gugur dalam menjalankan tugas pada 17 Juli 2026, akibat serangan musuh di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania," demikian pernyataan resmi yang dirilis oleh Departemen Pertahanan AS pada Rabu 22 Juli 2026, seraya menambahkan bahwa insiden tersebut masih dalam proses investigasi mendalam.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya mencatat Rampersad sebagai personel yang hilang pascainsiden penyerangan tersebut. Status militernya kemudian diperbarui menjadi "Status Tugas Keberadaan Tidak Diketahui" sebelum akhirnya otoritas terkait menyimpulkan bahwa prajurit tersebut telah meninggal dunia.
Dengan pembaruan ini, total anggota militer AS yang tewas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu kini mencapai 18 personel. Sementara itu, jumlah korban luka meningkat hingga 447 orang, merujuk pada data resmi dari Departemen Pertahanan.
Malam Kesebelas Serangan CENTCOM
CENTCOM sebelumnya melaporkan bahwa pihaknya telah melancarkan gelombang serangan malam kesebelas berturut-turut terhadap target-target strategis di Iran. Operasi udara tersebut difokuskan untuk melemahkan infrastruktur militer yang dinilai mengancam keamanan regional.
"Aset-aset CENTCOM menargetkan pusat operasi militer Iran, kemampuan maritim, hanggar pesawat, fasilitas penyimpanan pesawat nirawak, dan infrastruktur logistik militer guna lebih lanjut menurunkan kapasitas Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz," jelas CENTCOM dalam keterangan tertulisnya.
Situasi keamanan regional sempat menunjukkan secercah harapan ketika Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan pada bulan lalu.
Kesepakatan tersebut dirancang untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak Februari dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang abadi. Namun, ketegangan kembali memuncak pada pekan lalu menyusul aksi saling serang di sekitar perairan strategis Selat Hormuz.
Laporan Serangan di Provinsi Bushehr
Di tengah eskalasi yang terus meruncing, pasukan AS dilaporkan melancarkan serangan udara di tiga lokasi di Provinsi Bushehr, Iran barat daya, pada Rabu dini hari. Salah satu titik yang menjadi sasaran dilaporkan berada di dekat area fasilitas nuklir penting, menurut laporan media pemerintah Iran.
Ehsan Jahanian, Wakil Gubernur Bushehr untuk Urusan Politik dan Keamanan, mengatakan bahwa sejumlah ledakan terdengar di wilayah Kabupaten Bushehr dan Dashti pascaserangan tersebut, mengutip kantor berita resmi IRNA.
Ia menambahkan bahwa salah satu titik hantaman menyasar kawasan sekitar Khormoj, ibu kota Kabupaten Dashti, meski serangan rudal itu dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.
Rangkaian serangan terbaru ini menandai intensifikasi operasi militer Amerika Serikat di berbagai wilayah Iran dalam sepekan terakhir. Di sisi lain, Teheran memberikan respons balasan dengan menyasar fasilitas serta pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer AS di sejumlah negara kawasan.
Bentrokan bersenjata ini terus berlanjut di lapangan, menguji efektivitas nota kesepahaman damai yang dimediasi oleh Pakistan untuk meredam krisis di Timur Tengah.










