TVRINews – Zurich
Pangeran Ali dari Yordania mengungkap praktik pemerasan finansial oleh kepemimpinan Gianni Infantino demi memuluskan pemilihan ulang, sementara gelombang penolakan dari federasi global kian meluas menjelang kongres Maret.
Krisis tata kelola kembali mengguncang tubuh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) setelah Presiden Asosiasi Sepak Bola Yordania (JFA), Pangeran Ali bin al-Hussein, melontarkan tuduhan serius terhadap kepemimpinan Gianni Infantino.
Ia mengklaim bahwa badan sepak bola dunia tersebut menggunakan taktik pemerasan finansial guna memaksa federasi-federasi nasional memberikan dukungan bagi pencalonan kembali Infantino.
Dalam pernyataan terbuka yang dipublikasikan melalui platform media sosial X Selasa 4 Agustus 2026 Malam waktu setempat, Pangeran Ali yang pernah menjadi kandidat pesaing Infantino dalam pemilihan presiden FIFA 2016 membeberkan sejumlah persoalan sistemik yang membelit lembaga tertinggi sepak bola global tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa para pemain tim nasional Yordania hingga kini belum menerima hak finansial mereka atas penampilan di Piala Arab tahun lalu.

(Presiden FIFA, Gianni Infantino (tengah), dan sekretaris jenderal, Mattias Grafström (kanan), bersama Arsène Wenger saat Piala Dunia 2026. (Foto: ANP))
"Kami telah menunggu dana penghargaan untuk para pemain kami sejak Desember untuk Piala Arab di Qatar, yang merupakan ajang resmi FIFA. Uang yang seharusnya diterima tim kami karena mencapai babak final belum juga dicairkan, sementara di saat yang sama FIFA membanggakan cadangan kas hingga miliaran dolar." Jelas Pangeran Ali bin al-Hussein, Presiden JFA di Kutip The Guardian Rabu 5 Agustus 2026.
Pangeran Ali menambahkan bahwa permasalahan utama saat ini terletak pada level tertinggi kepemimpinan. Menurutnya, selama berbulan-bulan pihak FIFA bersikap pasif dan menolak memberikan bantuan terkait berbagai masalah administratif serta operasional yang dihadapi Yordania.
Bantuan tersebut baru tampak ada titik terang ketika terjadi komunikasi verbal yang mengaitkan dukungan terhadap Infantino sebagai syarat pencairan dana.
"Jelas sekali masalahnya ada pada kepemimpinan. Selama berbulan-bulan, FIFA menolak membantu kami dalam berbagai masalah ini sampai akhirnya disampaikan secara lisan kepada saya selama Piala Mundial bahwa jika saya mendukung Infantino, hal itu akan sangat membantu federasi kami. Kami bangga menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Kami tidak mendukungnya dahulu, dan tentu tidak akan sekarang. Namun situasi ini merupakan bentuk pemerasan dan kami menolak untuk tunduk." tutur Pangeran Ali bin al-Hussein.
Tekanan Internal dan Rontoknya Dukungan Global
Gelombang tekanan terhadap Infantino tidak hanya datang dari kawasan Asia Barat. Otoritas kepemimpinannya mendapat pukulan telak setelah sejumlah sekutu kunci mulai menjaga jarak menyusul kegagalan proyek investasi swasta Piala Dunia.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, dalam sebuah surel internal kepada para staf organisasi, secara terbuka melabeli rencana yang batal tersebut sebagai serangkaian peristiwa yang menyedihkan dan tercela.
Di sisi lain, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsène Wenger, menegaskan bahwa penarikan proyek kontroversial tersebut merupakan langkah mutlak yang tidak dapat ditawar lagi demi menjaga integritas institusi.
"Keputusan untuk menarik proyek tersebut mutlak diperlukan dan berada di luar perdebatan, karena saya sangat percaya pada FIFA yang independen yang melayani permainan kita dengan komitmen, transparansi, dan integritas." Arsène Wenger, Kepala Pengembangan Global FIFA
Dukungan politik internasional bagi Infantino yang mengincar masa jabatan keempat kini mulai mengalami erosi signifikan.
Yunani dilaporkan menjadi negara terbaru yang menarik dukungan resminya, menyusul langkah serupa yang sebelumnya diambil oleh Inggris, Wales, Finlandia, dan Serbia. Sejumlah federasi sepak bola di kawasan CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) juga dikabarkan tengah mempertimbangkan ulang posisi mereka secara serius menjelang pemilihan umum FIFA pada bulan Maret mendatang.









