TVRINews – London, Inggris
Polisi Inggris menggagalkan rencana serangan truk mencurigakan di dekat fasilitas militer RAF Fairford yang dioperasikan Amerika Serikat.
Kepolisian Metropolitan London mengonfirmasi penangkapan lima pria pada dini hari Minggu 27 september 2026 waktu setempat. Penangkapan tersebut dilakukan di sekitar pangkalan udara RAF Fairford, fasilitas milik Britania Raya yang dioperasikan oleh Amerika Serikat.
Kelompok tersebut ditahan atas dugaan merencanakan aksi terorisme yang melibatkan tiga unit kendaraan truk. Scotland Yard menyatakan bahwa laporan awal diterima pada pukul 00.45 waktu setempat terkait keberadaan kendaraan mencurigakan yang bergerak menuju pangkalan udara tersebut.
Pangkalan RAF Fairford sendiri memegang peran strategis sebagai lokasi operasional pembom militer AS dalam konflik melawan Iran. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi ancaman keamanan nasional yang melibatkan negara-negara asing di tanah Inggris.
Berdasarkan keterangan resmi aparat, penyelidikan mendalam kini tengah berjalan untuk mengkaji berbagai kemungkinan, termasuk keterkaitan langsung dengan Iran. Teheran sebelumnya menyatakan bahwa pangkalan apa pun yang digunakan untuk menyerang wilayahnya merupakan target yang sah.
Pihak berwenang AS turut memberikan apresiasi atas keberhasilan pengamanan tersebut. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pujian kepada tim yang terlibat dalam operasi penangkapan itu.
“Itu adalah pekerjaan yang luar biasa. Kami telah menyelidiki mereka. Mereka berencana menimbulkan kerusakan besar pada benteng kami. Bekerja sama dengan pihak Inggris membuahkan hasil yang sangat baik,” ujar Trump kepada para wartawan di Chicago pada hari Minggu 27 september 2026. “Kami telah memantau mereka untuk waktu yang lama dan kami berhasil menangkap mereka.”
Tim penjinak bom dan satuan kepolisian anti-terorisme langsung dikerahkan ke lokasi kejadian di kawasan Whelford yang berbatasan langsung dengan area pangkalan udara. Rekaman udara dari media setempat memperlihatkan sebuah robot penjinak bom beroperasi di antara tiga truk putih dengan kondisi pintu belakang terbuka dan sejumlah barang berserakan di sekitarnya.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, polisi menetapkan radius steril sejauh 400 meter di sekitar kendaraan dan mengevakuasi sekitar 85 kepala keluarga ke pusat rekreasi terdekat.
Vicki Evans selaku Koordinator Nasional Senior Kepolisian Kontra-Terorisme Met menyatakan bahwa proses investigasi masih berada pada tahap awal.
“Kami berada di tahap awal penyelidikan, dan lima pria tetap berada dalam tahanan,” ungkap Evans.
Sementara itu, Perdana Menteri Britania Raya Andy Burnham menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan menghindari spekulasi liar sementara aparat berwenang mengumpulkan seluruh fakta yang valid.
Situasi di lokasi kejadian kini dilaporkan telah terkendali, sementara tim ahli dari militer masih melanjutkan pemeriksaan forensik secara menyeluruh terhadap kendaraan dan area sekitar pangkalan udara.










