Shanxi, Tiongkok — Sedikitnya 82 orang tewas dan dua lainnya masih hilang setelah ledakan gas mengguncang Tambang Batu Bara Liushenyu di Provinsi Shanxi, China utara, Jumat malam. Saat kejadian, 247 pekerja tengah berada di bawah tanah. Lebih dari 100 orang berhasil diselamatkan, sementara 128 lainnya masih dirawat di rumah sakit — mayoritas akibat menghirup gas beracun.
Operasi penyelamatan berlangsung berat. Tim penyelamat kesulitan mengakses sejumlah area akibat genangan air dan cetak biru tambang yang tidak sesuai kondisi lapangan. Robot inspeksi bersensor gas dan kamera inframerah pun diturunkan untuk menjangkau area yang tak bisa dimasuki manusia. Kadar karbon monoksida di dalam tambang dilaporkan melampaui batas aman, dan sejumlah manajemen tambang telah diamankan.
Tambang Liushenyu bukan tanpa rekam jejak buruk, pada 2024 sudah masuk daftar fasilitas "bahaya keselamatan berat" versi otoritas tambang nasional China, dan operatornya menerima dua sanksi pada 2025. Pasca ledakan, seluruh operasi tambang milik grup tersebut dihentikan dan inspeksi keselamatan menyeluruh diperintahkan di seantero Provinsi Shanxi.
Sumber: BBC









