TVRINews – Gaza
Eskalasi Gaza: Gencatan Senjata Terancam Usai Korban Jiwa Berjatuhan
Militer Israel dilaporkan melancarkan serangan udara Jumat 2 Oktober 2026 tengah malam waktu setempat atau Sabtu pagi 3 Oktober 2026 WIB ke Kota Gaza dengan sasaran utama petinggi politik Hamas, Ali al-Amoudi.
Mengutip laporan harian Haaretz yang bersumber dari aparat keamanan Israel, upaya penargetan tersebut menyasar figur yang digadang-gadang sebagai calon pemimpin biro politik Hamas di Gaza sekaligus suksesor almarhum Yahya Sinwar.
Kendati demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari militer Israel ihwal kepastian keberhasilan operasi tersebut. Di sisi lain, rangkaian serangan intensif dalam rentang waktu yang sama turut memicu korban jiwa di kalangan warga sipil.
Berdasarkan keterangan dari sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa yang disampaikan kepada kantor berita Anadolu, gempuran udara tersebut menewaskan sedikitnya lima warga sipil dan melukai enam lainnya di kawasan pemukiman Kota Gaza barat. Para korban tewas meliputi empat perempuand ua warga beragama Kristen serta seorang pemuda, menyusul hancurnya sebuah unit apartemen di gedung Asala akibat hantaman setidaknya dua rudal.

(Ali al-Amoudi, kepala sayap politik Hamas di Gaza, diakses pada 3 Oktober 2026. (Foto via X))
Dampak serangan tidak hanya terbatas pada korban jiwa. Saksi mata di lokasi kejadian melaporkan kobaran api hebat yang melahap bangunan terdampak serta kerusakan parah pada rumah-rumah di sekitarnya. Aktivitas militer Israel juga terpantau meluas ke wilayah timur lingkungan Tuffah melalui operasi penghancuran fasilitas umum.
Kondisi keamanan di wilayah kantong tersebut kian memprihatinkan menyusul laporan dentuman artileri dan tembakan senapan mesin berat di berbagai titik. Di Gaza selatan, gencar dilaporkan penembakan meriam di kawasan selatan serta timur Khan Younis dan utara Rafah. Sementara itu, kendaraan militer Israel dilaporkan melepaskan tembakan masif ke arah timur kamp pengungsian Bureij di wilayah tengah Gaza.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025, rangkaian pelanggaran yang terjadi telah merenggut sedikitnya 1.439 nyawa dan menyebabkan 5.052 warga mengalami luka-luka.
Secara kumulatif sejak eskalasi memuncak pada Oktober 2023, data otoritas setempat menunjukkan korban tewas akibat operasi militer Israel di Jalur Gaza telah melampaui 74.000 jiwa dengan lebih dari 175.000 orang mengalami luka-luka, serta sekitar 90 persen infrastruktur wilayah tersebut mengalami kerusakan total.










