TVRINews – Brasil
AS dan Australia tutup layanan diplomatik secara darurat di tengah ketegangan politik tingkat tinggi.
Layanan konsuler Amerika Serikat dan Kedutaan Besar Australia di Brasil mengambil langkah darurat dengan menghentikan sementara operasional mereka sejak hari Jumat 2 Oktober 2026.
Keputusan tersebut diambil hanya berjarak dua hari sebelum pelaksanaan pemilihan umum presiden yang krusial di negara Amerika Latin itu, seperti dilaporkan oleh kantor berita The Associated Press (AP).
Di tengah situasi yang memanas, kepolisian federal Brasil bergerak cepat dengan melancarkan penggeledahan di Sao Paulo serta Distrik Federal. Langkah hukum ini merupakan bagian dari investigasi mendalam atas potensi ancaman terhadap fasilitas diplomatik Amerika Serikat di wilayah Brasil.
Kendati demikian, aparat penegak hukum menegaskan bahwa operasi tersebut bersifat preventif. Penyelidikan awal menunjukkan belum adanya bukti kuat yang mengonfirmasi ancaman tersebut, maupun keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam jaringan kriminal terorganisir.

(Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, didampingi oleh kandidat Senat Benedita da Silva (kanan) dan Pedro Paulo, saat unjuk rasa di Rio de Janeiro, Brasil, Jumat, 2 Oktober 2026. (Foto AP/Silvia Izquierdo)
"Penyelidikan masih terus berlanjut setelah penyitaan sejumlah peralatan komunikasi," demikian keterangan resmi dari pihak kepolisian Brasil yang dikutip oleh AP sabtu 3 Oktober 2026.
Sebelum penutupan diumumkan, Kedutaan Besar AS telah merilis peringatan keamanan resmi pada hari Kamis. Pihak kedutaan mengimbau seluruh warga negara Amerika Serikat agar menghindari kunjungan ke fasilitas diplomatik dan segera menghubungi petugas siaga jika memerlukan bantuan darurat.
Langkah serupa juga ditempuh oleh Kedutaan Besar Australia di Brasilia, yang memilih menutup layanan demi keamanan warganya dengan merujuk pada peringatan yang dikeluarkan pihak AS.
Menanggapi situasi ini, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas berwenang di Brasil guna menangani berbagai isu keamanan.
Menurut pihak departemen, penerbitan peringatan dini dan penyesuaian operasional merupakan prosedur standar dalam merespons dinamika situasi lokal.
Masyarakat Brasil sendiri bersiap menghadapi pemungutan suara pada hari Minggu 4 Oktober 2026 Besok, dalam kontestasi politik yang sangat ketat. Persaingan utama pemilu presiden kali ini mempertemukan petahana Luiz Inácio Lula da Silva dengan Senator Flávio Bolsonaro, yang merupakan putra dari mantan Presiden Jair Bolsonaro. Apabila tidak ada kandidat yang berhasil meraup suara lebih dari 50 persen, putaran kedua pemilu dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober mendatang.
Ketika dimintai tanggapan oleh The Associated Press di Gedung Putih terkait dinamika politik tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pandangannya.
"Kami sedang memantau keseluruhan situasi tersebut dan mengawasi jalannya pemilihan umum ini dengan sangat cermat," ujar Trump.










