TVRINews – Bangkok, Tailan
Cadangan Minyak Darurat Menipis dan Utang Negara Membengkak, Ancam Stabilitas Pasar Dunia.
Dana Moneter Internasional (IMF) mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi kerapuhan ekonomi dunia dalam laporan World Economic Outlook terbaru yang dirilis pada Selasa, 13 Oktober 2026 di Bangkok, Tailan.
Lembaga keuangan global tersebut menilai bahwa ketahanan ekonomi dunia dalam menghadapi konflik Timur Tengah diperkirakan segera mencapai titik nadir akibat menipisnya cadangan minyak darurat serta membengkaknya defisit anggaran negara-negara di dunia.
Meskipun pertumbuhan ekonomi global pada semester pertama mampu bertahan dari gejolak perang antara Amerika Serikat dan Iran serta kendala alur distribusi minyak di Selat Hormuz, IMF menggarisbawahi bahwa kapasitas mitigasi risiko pemerintah di berbagai belahan dunia kini berada di level yang sangat terbatas.
"Tanpa adanya penguatan kapasitas pasokan serta pemulihan bantalan kebijakan (policy buffers), ekonomi global dapat segera menguji batas akhir dari ketahanannya," tulis laporan resmi IMF.
Krisis Energi dan Risiko Eskalasi Geopolitik
Kondisi pasar energi global berada di zona rentan setelah Badan Energi Internasional (IEA) menguras cadangan minyak darurat dalam jumlah terbesar sepanjang sejarah pada Maret lalu. Kerentanan ini makin dipertegas dengan merosotnya Cadangan Minyak Strategis (SPR) Amerika Serikat ke level terendah sejak 1982.
Langkah taktis yang diambil Presiden Amerika Serikat Donald Trump termasuk kesepakatan sementara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencabut sanksi impor diesel dinilai sejumlah analis belum cukup signifikan untuk meredam tingginya harga bahan bakar di tingkat konsumen.
Dalam pembukaan Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok, Penasihat Ekonomi IMF Silvana Tenreyro mendesak para pembuat kebijakan agar segera mengubah pendekatan strategi ekonomi dari sekadar bertahan menjadi rekonstruksi struktural.
"Ekonomi dunia memang terbukti tangguh, tetapi ketahanan tersebut kini mendekati ambang batasnya. Para pembuat kebijakan harus beralih dari sekadar bertahan menjadi melakukan pemulihan," ujar Tenreyro dalam konferensi pers di Bangkok, Selasa 13 Oktober 2026.
Sikap senada disampaikan Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, yang mengimbau para menteri keuangan dan gubernur bank sentral untuk disiplin memperketat kebijakan fiskal di tengah melonjaknya utang publik global.
"Kita tidak bisa terus menunda langkah kebijakan yang diperlukan. Pemimpin dunia memiliki perangkatnya, dan kini saatnya menggunakan kearifan tersebut," tegas Georgieva.
Proyeksi Pertumbuhan dan Ancaman Inflasi
Dalam laporan terbarunya, IMF secara moderat merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,1 persen, naik dari estimasi 3,0 persen pada Juli lalu. Sementara itu, perkiraan pertumbuhan untuk tahun mendatang dipertahankan pada angka 3,4 persen.
• Amerika Serikat: Pertumbuhan ekonomi diperkirakan stabil di angka 2,3 persen tahun ini, dan diproyeksikan bertahan di level 2,3 persen pada 2027.
• Inggris: Pertumbuhan PDB tahun ini direvisi naik 0,3 persen menjadi 1,3 persen. Namun, pertumbuhan diprediksi melambat menjadi 1,2 persen pada 2027 akibat tingginya harga energi jangka panjang dan suku bunga yang membebani daya beli masyarakat.
IMF mengingatkan bahwa potensi penurunan pertumbuhan masih didominasi oleh risiko negatif (downside risks), terutama jika konflik geopolitik di Timur Tengah terus membeku atau justru mengalami eskalasi.
Gangguan tambahan pada infrastruktur energi, serangan siber skala besar, hingga potensi kejatuhan pasar akibat gelembung investasi berbasis kecerdasan buatan (AI) turut menjadi ancaman serius bagi stabilitas keuangan global.
Guna mengantisipasi inflasi global yang diproyeksikan berada di angka 4,7 persen tahun ini dan 4,1 persen pada 2027, IMF mengimbau bank-bank sentral di seluruh dunia untuk tetap responsif, kelincahan bertindak (agility), serta tidak bereaksi berlebihan terhadap lonjakan inflasi jangka pendek selagi dampaknya belum tertanam secara permanen pada struktur harga.










