TVRINews – Paris, Prancis
Ribuan personel dikerahkan siaga penuh mengatasi perluasan titik api ekstrem yang membahayakan kawasan pesisir hingga perbatasan Bordeaux
Prancis dan sebagian wilayah Eropa kembali berada dalam kondisi darurat iklim, menyusul meluasnya kebakaran hutan hebat di kawasan Gironde. Di tengah tantangan geografis dan cuaca yang kian ekstrem, ribuan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk bekerja sepanjang waktu menahan laju api yang merangsek di antara wilayah pesisir dan Bordeaux.
Situasi di lapangan digambarkan penuh tantangan berat oleh otoritas setempat. Eric Brocardi, juru bicara federasi nasional pemadam kebakaran, mengibaratkan pertempuran ini tidak seimbang.
"Kebakaran ini seperti Daud melawan Goliat," ujarnya, seraya menambahkan bahwa empat koleganya telah gugur dalam beberapa pekan terakhir di berbagai wilayah Prancis, sementara 2,000 personel kini berjibaku di Gironde selasa 28 Juli 2026 Malam waktu setempat.

(Grafis Ilustrasi: TVRINews.com (Sumber data: The Guardian))
Tekanan kian meningkat setelah Prefek Regional Sophie Brocas mengonfirmasi adanya kemunculan titik api baru di 14 lokasi yang sebelumnya sempat mereda. Ancaman ini datang bertepatan dengan perkiraan gelombang panas keempat musim panas yang mulai melanda wilayah tersebut, membawa lonjakan suhu hingga 40 derajat Celsius yang turut dirasakan di Spanyol.
Selama sepekan terakhir, lebih dari 70,000 warga dan wisatawan di berbagai komunitas harus dievakuasi dari rumah maupun tempat perkemahan, termasuk perintah evakuasi baru yang dikeluarkan bagi area perkemahan dekat pesisir di Lacanau. Kendati sebagian besar penduduk kini diizinkan kembali, Menteri Kesehatan Stéphanie Rist menegaskan bahwa pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap penurunan kualitas udara yang memburuk akibat pekatnya asap.

(Pesan untuk petugas pemadam kebakaran di barat daya Bordeaux untuk segera ditolong selasa 28 Juli 2026 (Foto: BBC News) )
Dampak psikologis dan sosial turut dirasakan di kota-kota terdekat seperti Bordeaux, di mana sejumlah restoran terpaksa menutup pintu dan aktivitas publik melambat drastis. Graham White, Presiden Komunitas Britania di Bordeaux, menyebut peristiwa ini sebagai kejadian yang luar biasa signifikan meski membantah spekulasi ekstrem yang menyamakannya dengan sejarah kebakaran besar masa lalu.
Di sektor pariwisata dan industri lokal, tantangan ekonomi mulai dirasakan. Peggy Plouhinec, Direktur General Château Picque Caillou, mengungkapkan bahwa sektor perhotelan dan pariwisata mengalami pukulan telak akibat sepinya kunjungan.
"Sektor perhotelan pasti akan terdampak musim panas ini. Apa yang terjadi belum pernah terjadi sebelumnya," ungkapnya.
Selain upaya pemadaman di darat, otoritas penegak hukum juga menindak tegas unsur kesengajaan di balik bencana ini. Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez melaporkan bahwa 184 orang telah ditangkap sejak 6 Juli terkait dugaan pembakaran, termasuk seorang pemuda berusia 23 tahun yang kini terancam hukuman penjara hingga 15 tahun.
Di tengah gelombang panas yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, fokus utama para petugas tetap berpusat pada perlindungan pemukiman warga serta ekosistem alam yang menjadi benteng pertahanan terakhir di kawasan barat daya Prancis tersebut.









